12 Juta Sektor Peternakan Ayam Skala Rakyat Terancam PHK Massal

0
90

Destinasi Bandung- 12 Juta Sektor Peternakan Ayam Skala Rakyat Terancam PHK Massal. Wabah covid-19 yang mulai menjangkiti negara Indonesia sejak bulan Februari sangat berdampak buruk bagi perekonomian negara.

Daya beli masyarakat pun semakin bergerak turun tanpa arah yang jelas. Tak terkecuali pada kemampuan beli Daging dan telur yang notabene menjadi kebutuhan pokok guna menunjang kecukupan gizi agar tubuh tetap fit dan mampu meregenerasi sel melalui asupan protein daging dan telur.

Berdasarkan survey pasar, harga daging ayam dipasar basah berkisar antara Rp. 30.000 – Rp. 35.000/ kg Karkas. Sementara itu harga ayam dari kandang per tanggal 03 April 2020 berkisar antara Rp. 5.500 – Rp. 8.000 / kg diwilayah pulau jawa (sumber data Pinsar). Tentu ini menjadi pukulan telak bagi peternak Rakyat, dimana harga pokok produksi perkilo daging berkisar antara Rp. 18.000 s/d Rp. 19.000,-.

Jika kondisi ini berlanjut sampai 2 minggu kedepan, maka bisa dipastikan seluruh peternak rakyat akan gulung tikar yang akan diikuti gelombang PHK secara besar (dihitung mencapai 12 juta karyawan).

Pemerintah Tutup Mata

Sebagian besar pelaku usaha perunggasan skala rakyat memandang pemerintah tidak bersikap bijak pada usaha perunggasan dan terkesan tutup mata dalam menghadapi gejolak ekonomi sektor pangan tersebut.

Hal ini diperparah dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) sejak maret lalu tanpa diimbangi solusi yang berpihak pada rakyat secara umum dan pelaku usaha perunggasan secara khususnya.

“Disituasi seperti ini seharusnya pemerintah hadir diantara peternak dan masyarakat (konsumen) agar peternak mampu bertahan dan masyarakat pun tercukupi kebutuhan gizinya. Caranya dengan memasukan livebird dan karkas ayam sebagai program kartu sembako untuk masyarakat terdampak covid-19 dengan kerjasama pada peternak rakyat melalui harga acuan permendag No 7/2020,”ujar Praktisi Peternakan Deki Neriawan dalam rilis yang diterima Destinasi Bandung, Sabtu (4/4/2020).

Sal

Comments

Komentar Disini