Apnatel Jabar Siapkan LIO Jadi Kawasan Terpadu Fiber Optic di Bandung

0
32

Destinasi Bandung- Apnatel Jabar Siapkan LIO Jadi Kawasan Terpadu Fiber Optic di Bandung. Di hari jadinya yang ke 4 PT.Borsya Cipta Communica (BCC) kerjasama dengan perusahaan dari Korea, Miztek.Co.Ltd untuk menanamkan bisnisnya di Indonesia.

Boris Syaifullah Presdir dan CEO PT.BorSya Cipta Communica mengatakan dua perusahaan tersebut akan mendirikan perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang bernama BorSya Miztek Korina (BMK) Indonesia.

Menurut Boris MOU sendiri sudah dilakukan pada hari Selasa (19/11/2019) di Bandung. Penandatanganan kerjasama itu juga berbarengan dengan acara ulang tahun ke empat PT BCC, peresmian kantor Apnatel Jabar dan juga peluncuran PT BMK.

BorSya Miztek Korina ini nantinya akan memiliki kantor di kawasan Bizpark Commericial estate Kopo Bandung. Perusahaan BMK Indonesia ini nantinya memiliki komposisi kepemilikan saham 51% oleh BCC dan 49% dimiliki oleh Miztek.Co.Ltd.

“Jadi MOU ini untuk menyempurnakan, tinggal satu perusahaan kabel, nah BMK ini perusahaan kabel,” ujarnya.

Boris menjelaskan, bahwa hadirnya BMK Indonesia ini untuk memenuhi kebutuhan kabel serat optik di Indonesia, “Antara BCC dan BMK Indonesia sama-sama di bidang kabel serat optic namun jenis produknya berbeda,” tambahnya.

Menurutnya, pihak BCC sendiri menyiapkan gedung dan fasilitas. Sedangkan Miztek.Co.Ltd yang supply peralatan dan mesinnya.

“Semoga dengan terciptanya kerjasama ini bisa membantu pemerintah pusat dalam pemerataan telekomunikasi di Indonesia,” ujarnya.

Kerjasama ini dituangkan BCC dan Mistek Korea dalam bentuk perusahaan PT BMK Indonesia.

Selain itu , menurut Boris yang juga sebagai Ketua Apnatel Jabar ini, Apnatel Jawa Barat tinggal selangkah lagi untuk menghadirkan LIO di Kota Bandung.

Langkah terakhir tersebut berupa kehadiran pabrik kabel lewat kerja sama BCC dengan perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan bernama Miztek.Co.Ltd.

“Kami menggandeng Miztek Korea dan diharapkan adanya suntikan dana untuk LIO, khususnya untuk mengadakan perusahaan kabel,” katanya

Boris menjelaskan, LIO yang akan dihadirkan Apnatel Jabar akan dijadikan sebagai suatu kawasan terpadu terkait fiber optic. Tak hanya menampilkan pabrik dan kantor-kantor telekomunikasi, LIO akan dilengkapi dengan tempat khusus edukasi masyarakat tentang fiber optic.

Rencananya pelaksanaan kerja sama tersebut akan dimulai pada awal Desember ini. Nantinya, selain membuat kabel fiber optik di kawasan LIO itu pun akan dibuat konektor yang berfungsi vital sebagai penghubung.

“Kabar akan adanya LIO di Bandung itu sudah menarik minat puluhan perusahaan luar negeri yang berbasis fiber optik untuk bergabung. Selain dari Korea, perusahaan yang berminat itu berasal dari Cina dan Singapura,”pungkasnya.

Comments

Komentar Disini