Asuransi Pendidikan Sequis Untuk Masa Depan Anak Indonesia

0
29

Destinasi Bandung-Asuransi Pendidikan Sequis Untuk Masa Depan Anak Indonesia. Memberikan pendidikan tinggi yang terbaik bagi buah hati tercinta merupakan dambaan semua orang tua. Karena dengan pendidikan maka anak-anak kita akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi bagi masyarakat dan berkesempatan meraih hari esok yag lebih baik.Namun, tingginya biaya pendidikan membuat masih banyak anak di Indonesia yang tidak mampu melanjutkan pendidikan tinggi. Padahal risiko putus sekolah dapat menjadi faktor domino pada masalah sosial di tanah air seperti bertambahnya jumlah penggangguran, meningkatnya tingkat kemiskinan dan kriminalitas. Pendidikan adalah salah satu faktor utama yang dapat menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia lebih berkualitas. SDM adalah investasi penting untuk mencapai tujuan pembangunan bangsa.

“Masyarakat perlu menyadari pentingnya mempersiapan dana pendidikan anak sejak dini, karena mengumpulkan dana pendidikan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat dan jika keperluan tersebut dipenuhi dengan cara berutang akan berisiko mengacaukan anggaran keluarga serta membuat jumlah utang semakin bertambah, sehingga pada akhirnya risiko anak putus sekolah pun bisa terjadi,” ujar Senior Business Development Manager PT Asuransi Jiwa Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo, ST. Yan mengimbau agar ± 10% dari pemasukan tetap (gaji) diperuntukkan untuk investasi pendidikan.

Menyiapkan Dana Pendidikan: Asuransi atau Investasi?

Orang tua dapat saja mengelola dana pendidikan melalui instrumen investasi seperti saham atau reksa dana atau dengan asuransi pendidikan. Yan menyarankan agar orang tua mempertimbangkan untuk memiliki asuransi pendidikan sebagai cara untuk mengumpulkan dana pendidikan sekaligus mengalihkan risiko finansial sehingga anak tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Perbedaan mendasar dari asuransi dana pendidikan adalah adanya nilai pasti yang akan keluar sebagai dana pendidikan sesuai dengan yang telah dijanjikan di awal, serta adanya nilai Uang Pertanggungan (UP) yang akan dikeluarkan jika terjadi risiko meninggal dunia pada orang tua. Hal ini tentunya akan sangat membantu anak agar dapat melanjutkan pendidikanya.

Instrumen investasi memang cukup menggiurkan untuk mengumpulkan dana pendidikan. Perlu dipastikan profil instrumen investasi agar disesuaikan dengan profil risiko, jangka waktu dan tujuan orang tua berinvestasi. Semakin panjang waktu untuk berinvestasi maka akan semakin baik. Namun, perlu diingat bahwa instrumen investasi seperti saham, reksa dana juga bergantung pada fluktuasi pasar. Tidak ada angka pasti yang terjamin. Adanya risiko pasar dapat menyebabkan dana pendidikan tidak tercapai karena nilai tunai dari hasil investasi mengikuti kondisi pasar investasi yang hasilnya tidak dapat diprediksi. Juga jika ada faktor risiko pada orang tua maka investasi bisa terhenti.

Ia malah menyarankan jika pendapatan orang tua memungkinkan untuk mengambil kedua program tersebut akan lebih baik yaitu dengan asuransi pendidikan orang tua akan mendapatkan kepastian dana secara bertahap untuk kebutuhan biaya pendidikan jangka pendek dan proteksi jika terjadi risiko kehidupan serta berinvestasi untuk kebutuhan pendidikan jangka panjang akan memungkinkan untuk mendapatkan hasil investasi yang lebih baik.

Namun ujar Yan, jika anggaran keluarga ketat, sebaiknya menjadikan asuransi pendidikan sebagai pilihan utama mengingat adanya risiko kehidupan yang bisa saja terjadi, seperti penyakit kritis yang dapat menggerus finansial keluarga, terjadinya cacat tetap total yang membuat pencari nafkah tidak dapat menjalankan fungsinya atau bahkan meninggal dunia di saat masih mengumpulkan biaya pendidikan anak. Jika risiko tersebut di atas terjadi maka harapan untuk dapat menyekolahkan anak bisa terancam.

Yan menyarankan sebelum membeli produk asuransi pendidikan, calon nasabah perlu memahami terlebih dahulu produk yang akan dibeli dan pastikan manfaat tunai yang dijanjikan sesuai dengan kebutuhan dana pendidikan pada setiap periodenya serta kepastian bahwa produk pendidikan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dana pendidikan jika terjadi risiko kehidupan.

Comments

Komentar Disini