Bio Farma Buktikan Komitmen Ramah Lingkungan

0
11

Destinasi Bandung-Bio Farma Buktikan Komitmen Ramah Lingkungan. Kiprah Bio Farma dimata internasional, sudah tidak diragukan lagi. Dengan penetrasi pasar di lebih 140 negara, telah menjadikan Bio Farma menjadi satu dari sekitar 30 produsen vaksin yang sudah mendapatkan PQ WHO, bahkan pada bulan Juni 2018 yang lalu, Bio Farma mendapatkan certificate of participation, untuk penyedian vaksin Monovalent Oral Polio Vaccine Type 2 (mOPV2), setelah CDC Atlanta dan Swedia, dengan ekspor perdananya ke Angola sebanyak 3,4 juta dosis. Bahkan diantara negara–negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Bio Farma menjadi rujukan untuk perkembangan bioteknologi dan vaksin melalui penunjukan sebagai center of Excellence.

Transformasi Bio Farma dalam bisnis life Science di kancah global, harus mengikuti prinsip Deklarasi Lima UNIDO (United Nations Industrial Development Organization ) yang mengharuskan Industri untuk menerapkan prinsip distribusi kemakmuran (inclusive), dan menjalankan operasi yang ramah lingkungan (sustainable), dengan menjalankan operasi yang ramah lingkungan, sehingga dapat menghindari penggunaan sumberdaya alam yang berlebih dan dapat menghindari dampak negatif dari kegiatan industri.

Bagi Bio Farma sendiri, upaya–upaya pemerataan kemakmuran tersebut sudah dilaksanakan melalui program CSR, yang ditujukan untuk masarayakat yang berada di ring 1 Bio Farma, dengan membantu masyarakat melalui keahlian dalam bidang bioteknologi yang Bio Farma miliki, seperti budidaya ikan Koi Mizumi di Sukabumi, budidaya domba garut dan proses pelaksanaan pendaftaran Geoparak Ciletuh-Palabuhanratu untuk proses pendaftaran ke UNESCO.

Hal ini disampaikan dalam sambutan Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan yang dibacakan oleh Direktur SDM dan Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra dalam acara pembukaan Seminar Nasional Sustainable Business dengan tema Mainstreaming The Environment And Social Responsibility, pada 31 Juli 2019, dalam rangka menyambut HUT Bio Farma ke 129 pada Agustus 2019 mendatang.

“Kami menerapkan keahlian kami dalam bidang bioteknologi, untuk masyarakat yang berada di lingkungan Bio Farma, terutama yang berada pada ring 1. Bantuan yang Bio Farma berikan ini, semata–mata disesuaikan dengan potensi yang ada di daerah tersebut, yang sekirannya dapat meningkatkan taraf hidup mereka sehingga masyarakat memiliki kemandiran baik secara ekonomi maupuyn social,” Ujar Disril di Trans Hotel Bandung, Rabu (31/7/2019).

Disril menambahkan, Bio Farma terus menerus berupaya untuk meningkatkan daya saing di tingkat global dengan melibatkan stakeholders untuk meningkatkan pemerataan kemakmuran, sehingga Bio Farma bersama masyarakat yang berada di sekitarnya ikut dan menjalankan operasi yang ramah lingkungan, dan apa yang telah dilakukan oleh Bio Farma merupakan salah satu bentuk implementasi dari komitmen kami, BUMN hadir berkontribusi untuk negeri mencapai Sustainable Development Goal’s 2030 di Indonesia.

Dalam seminar yang mengundang tokoh–tokoh yang aktif lingkungan ini bertujuan untuk sharing experience dan knowledge dalam mengelola keberlangsungan bisnis Bio Farma, dengan mengundang praktisi industri, akademisi dan mahasiswa.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sigit Reliantoro, Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Bahan Beracun dan Limbah Berbahaya Non Racun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sinta Saptarina Soemiarno, Guru Besar Ilmu Manajemen Lingkungan, Universitas Diponegoro, Sudharto P. Hadi, Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Berkelanjutan, Universitas Padjadjaran, Parikesit, M.Sc., Ph.D, Perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo, perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, Dr. Krisdyatmiko, serta Penggiat Sosial, Tini Hadad.

Comments

Komentar Disini