Bisnis Rumahan Produksi Serundeng Sudah Tembus Keluar Negeri

0
11
Tini Gustini pemilik Kelapa Indung saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Destinasi Bandung-Bisnis Rumahan Produksi Serundeng Sudah Tembus Keluar Negeri. Diawali dari permintaan para tetangganya yang kesulitan untuk memberikan bekal makanan pendamping nasi membawa kesuksesan Tini Gustini melalui produk serundeng dengan brand Kelapa Indung.

Perempuan kelahiran 55 tahun silam ini yang memulai bisnis serundeng ini dari tahun 2013 ini mengeluarkan modal awalnya dari Rp.750.000 dan produksinya kalau dulu hanya pesanan aja berdasarkan order.

Karena keterbatasan modal, produksinya sesuai pesanan saja. Setelah mendapat saran dari rekannya akhirnya Tini bergabung dengan komunitas UMKM di kota Bandung yakni Benua Balantik. Tidak lama bergabung dengan komunitas, Tini memajang produknya di display di tempat mulai selalu ada stok ada penjualan dan selalu ada yang beli.

“Alhamdulillah dengan Balai balantik Unpad itu sampai sekarang menjadi ada komunitasnya dan ikut di komunitas tersebut dibina bagaimana pemasarannya. Selain itu terus ikut kompetisi. Alhamdulillah dari 8 finalis masuk 10 besar,”katanya.

Dari mengerjakan seorang diri kini Tini sudah mempunyai 5 orang pegawai. Pada tahun 2015 pertengahan ke sini omsetnya sudah mulai kelihatan naik 10% dari situ tahun 2016 naik enggak tapi kita konstan ada kenaikan di 10% sampai 20%.

“Tahun 2017 awal setelah mengikuti seminar dan pelatihan dari bekraf ini kita naik sampai 200% sampai sekarang tahun 2018,”katanya.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menghadirkan lima juri untuk memilih 10 dari 25 pengusaha rintisan (startup) pada Demoday Food Startup Indonesia (FSI) Bandung, yaitu Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo, Chef Hendra Utomo, Direktur PBMT Ventura Harjono Sukarno, Perwakilan Angin Carissa Adelaide, dan Co-Founder Foodlab Bonnie Susilo. 10 startup ini akan bertemu dengan 20 startup dari Demoday FSI Yogyakarta dan Bali untuk mengikuti ajang final di Jakarta September 2017.

10 startup demoday FSI Bandung yang masuk ke babak final yaitu Abon Jamur Ailani/ Ailani Food, Abon Sapi Cap Koki/ UKM Cap Koki Purbalingga, Bronchips, IMyCo Indonesia Mushroom/ CV Agatha Pratama, Inagiri, Jamoru, Kelapa Indung, Kringz Sambal, Mayai Fish Snack, dan Sirtanio Organik.

Menurut Tini , kunci sukses bisnisnya adalah bergabung dengan komunitas dan ikut berbagai seminar dan juga pelatihan-pelatihan yang di inisiasi oleh Dinas Perindustrian dan juga Dinas UMKM provinsi Jawa Barat.

“Keuntungannya bergabung dengan komunitas, saya di ajarkan untuk memasarkan produk saya. Selain itu untuk membangun ada bantuan untuk link pengembangan modalnya ada juga di situ. pasarnya sangat luas alhamdulillah pemasarannya selain di Bandung, sudah sampai ke Jakarta, Tangerang, Makassar juga ada di Malaysia, Korea dan Jepang.

“Alhamdillah kini saya bisa bertemu dengan gubernur Jawa Barat terdahulu Ahmad Heryawan dan juga gubernur Jawa Barat yang sekarang Ridwan Kamil berkat usaha serundeng kelapa indung,”katanya.

Dia berharap produksi Serundengnya ini meskipun makanan Kampung dan makanan jaman dulu ini makanan produk Kelapa Indung dikenal sama orang-orang orang Indonesia dan orang luar negeri.

“Khususnya orang Indonesia dulu lah ini dikenal dari anak-anak remaja kaum milenial sampai orang tua udah tentulah pasti kenal cuma mengenalkan untuk anak-anak remaja ke generasi yang akan datang. Harapan saya juga yang kedua saya ingin mempunyai tempat sendiri agar memajang barang-barang produk serundeng Kelapa Indung. Dan juga untuk tempat belajar jumpa generasi muda yang ingin tahu bagaimana pengolahannya,”katanya.

Untuk pemasaran keluar Bandung, Tini mempercayakan jasa pengiriman menggunakan JNE. Alasan dirinya menggunakan paket pengiriman JNE karena prosesnya sangat cepat dan sesuai dengan waktu yang di inginkan.

“Alhamdulillah selalu pakai JNE, selain itu kan ada paket yang datang ke rumah juga jadi kalau kita juga ada yang dijemput kerumah. Kelebihannya dari JNE ini adalah pelayanannya, selain itu apabila kita minta tolong dikemas ulang lagi. Dari sisi harganya relatif terjangkau,”katanya.

Comments

Komentar Disini