Exsport Ajak Remaja Perempuan Menjawab di Perempuan Bisa Apa ?

0
34

Destinasi Bandung – Exsport Ajak Remaja Perempuan Menjawab di Perempuan Bisa Apa ?. Dalam rangka memperingati International Women’s Day,
EXSPORT mengajak perempuan Indonesia untuk menjawab pertanyaan “Perempuan Bisa Apa?” yang biasa dilontarkan.

Bersama dengan komunitas Eksplorekeun yang merupakankomunitas yang bergerak sebagai wadah untuk pembelajaran kaum milenials dan Gen Z masa kini, Exsport mengajak perempuan untuk terus mengejar mimpinya dan menginspirasi sekitarnya.

“Acara ini bertujuan untuk memotivasi dan menginspirasi perempuan agar memberi dampak positif dimanapun mereka berada. Peran perempuan begitu besar, tidak kalah dengan pria. Perempuan bisa berdampak, perempuan bisa memimpin, dan perempuan layak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan pria untuk hal apapun,” ujar Angel Lukitoselaku Brand Representative EXSPORT dan salah satu founder dari komunitas Eksplorekeun, Sabtu (7/3/2020).

Lebih lanjut Angel mengatakan, Kita itu anak muda, masih punya waktu, tenaga dan kreatifitas tanpa batas. Jangan pernah menyerah untuk terus menyebarkan Creating Goodness.

Mulai dari hal kecil yang bisa kamu lakukan. Jangan pernah menyerah kalau gagal, karena gagal itu proses,”katanya.

Peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari dibahas di sini. Dengan target audience pelajar, mahasiswa dan profesi muda, EXSPORT juga menggerakan komunitas untuk ikutan“girls talk” dalam bentuk talkshow. Bertempat di Block71, Bandung acara ini adalah komitmen EXSPORT untuk terus menyebarkan Creating Goodness

Talkshow yang diadakan menghadirkan perempuan-perempuan muda yang hebat
dibidangnya. Mulai dari aktivis lingkungan, penulis, seniman sampai CEO gerakan lingkungan. Narasumbernya antara lain, Marcella Kikyanto (@querramellca – artist), Mustika Wijaya (Founder Solar Chapter), Abigail (Co-Founder Lalita Project), Fei Febri (CEO Bank
Sampah Bersinar), dan Nabilah K (Founder Sadari Sedari).

Salah satu narasumber di acara Talkshow tersebut yakni Founder Sadari Sedari Nabilah mengatakan, perempuan Indonesia diharapkan bisa menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing.

“Perempuan Indonesia harus mulai aware, apalagi masalah fashion yang sangat dekat dengan kita. Pasti punya masalah dengan baju-baju yang sudah gak kepakai, di sini kita bergerak untuk ngumpulin pakaian bekas masyarakat, diolah kembali, kita desain ulang, repair, untuk disalurkan,”kata alumni dari ITB ini.

Sadari Sedari berangkat dari kekhawatiran akan menumpuknya sampah tekstil. Penyaluran pengolahan limbah tekstil oleh tim Sadari Sedari yang lakukan oleh Nabilah kini sudah bisa membiayai 35 adik asuh di Kota Cimahi.

Comments

Komentar Disini