Film Sejarah Moonrise for Egypt, Kisah Perjuangan H. Agus Salim

0
119

Destinasi Bandung-Film Sejarah Moonrise for Egypt, Kisah Perjuangan H. Agus Salim. Film yang mengangkat sejarah kemerdekaan di Indonesia masih terbilang sedikit. Untuk itulah melalui Production House Tiga Visi Selaras memproduksi film layar lebar yang di tayangkan di bioskop Moonrise for Egypt.

Menurut Adie Marzuki dari Tiga Visi Selaras, Inilah sebuah drama berlatar-belakang pengakuan dunia internasional atas lahir dan berdaulatnya Republik Indonesia yang rasanya belum banyak diketahui oleh generasi muda zaman now.

Selaku produser adalah duo Amir Sambodo dan Adie Marzukie sedangkan bidang penyutradaraan ditangani langsung oleh Pandu Adiputra.

“Sesuai dengan tajuknya, syuting film ini pun benar-benar dilakukan di Mesir pada medio bulan Agustus 2017. Cukup banyak pemain dan crew yang berangkat ke Kairo, di samping bekerja sama dengan tenaga-tenaga sineas Mesir,” ungkap Pandu yang memimpin crew film.

Kisah yang diangkat adalah perjuangan pahlawan nasional H.Agus Salim yang memimpin delegasi terdiri dari Abdurrahman Baswedan, Mohammad Rasjidi, dan Nazir Sutan Pamuntjak. Misi Delegasi RI bertemu dengan Perdana Menteri Mesir Mahmud Fahmi El NokrashyPasha, dan meminta pengakuan de jure dari pemerintah Mesir atas kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa nyata tersebut terjadi dalam bulan April 1947. Ketegangan terjadi karena mereka mesti berhadapan dengan kelicikan Duta Besar Belanda Willem Van Recteran Limpurg yang tak merelakan kemerdekaan Republik kita serta ingin menggagalkan misi diplomatik tersebut.

“Karena ini bukanlah sebuah film dokumenter, maka ditampilkan tokoh-tokoh muda fiksi, walaupun berdasarkan karakter yang nyata dalam sejarah, seperti Hisyam, Zahra, dan lain-lain sebagai pihak yang Pro dan Kontra pada Republik Indonesia,” tambah Pandu.

Lantas siapa saja para pemainnya? Tokoh sentral H.Agus Salim dipercayakan pada aktor teater kawakan Pritt Timothy Berkwartet dengan Vikri Rahmat (sebagai AR Baswedan, kakek Gubernur DKI Anies Baswedan), Satria Mulia (sebagai HM Rasjidi), dan Drh Ganda (sebagai Nazir Pamuntjak, kakek aktris Jajang C Noer). Sedangkan aktor lawas Mark Sunkar(ayah Shiren dan Zaskia) didapuk memerani PM El Noukrashy Pasha. Lawan mereka Limpurg, Dubes Belanda di Mesir, diperani oleh aktor bule Harry Bond Jr..
Bintang-bintang muda yang ikut mendukung antara lain Reza Anugrah (anggota boyband SMASH), Bhisma Wijaya, Ina Marika, Oce Permatasari, dan lain-lain. Bahkan produser Amir Sambodo ikut berperan sebagai tokoh Malik.

“Film drama yang diangkat dari true event berdurasi 113 menit ini akan mulai tayang pada tanggal 22 Maret 2018 di bioskop-bioskop pilihan di seluruh Indonesia. Mohon bantuan rekan-rekan media untuk memberitakannya,” demikian harapan Adie Marzuki.

Comments

Komentar Disini