Gojek Dukung Mitranya Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara

0
22

Destinasi Bandung- Gojek Dukung Mitranya Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara. Sebagai perusahaan super-app terdepan di Asia Tenggara, Gojek terus berupaya mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama masyarakat dengan menghadirkan berbagai solusi untuk menjawab kebutuhan pengguna. Pada layanan transportasi baik GoRide maupun GoCar, keselamatan dan keamanan menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi pengguna. Pada sesi Bengkel Belajar Mitra (BBM) Gojek kali ini, Gojek kembali menekankan komitmennya dalam meningkatkan keamanan dengan menggandeng Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung untuk memberikan wawasan kepada lebih dari 75 perwakilan komunitas mitra Gojek Bandung terkait etika dan tata cara berkendara. Sebelum sesi hari ini, Gojek juga telah berkolaborasi mendukung Polrestabes Bandung dengan menjadikan mitra Gojek Bandung sebagai relawan mitra keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS).

Bengkel Belajar Mitra (BBM) merupakan wadah pengembangan skill dan pengetahuan bagi mitra Gojek yang bertujuan untuk semakin melengkapi mitra dengan berbagai wawasan dan pengetahuan secara rutin. Adapun mitra yang berpartisipasi di BBM adalah perwakilan dari komunitasnya, dengan demikian mitra-mitra yang berpartisipasi di BBM ini dapat membagikan pengetahuan yang diperolehnya ke rekan-rekan di komunitasnya.

Pada acara BBM mengenai etika dan tata cara berkendara yang digelar hari ini, Wildan Kesuma, Head Regional Corporate Affairs Gojek Jawa Barat dan Banten mengatakan, “Gojek berkomitmen untuk terus mengedepankan keselamatan dan keamanan mitra serta penumpang. Partisipasi para mitra Gojek di acara BBM bersama Satlantas Dikyasa Polrestabes Bandung ini merupakan bentuk dari komitmen tersebut sekaligus dukungan kami terhadap arahan pemerintah untuk mewujudkan layanan transportasi yang aman bagi mitra dan penumpang, sekaligus mendukung kondusifitas masyarakat.”

Turut hadir dalam sesi BBM kali ini adalah Ipda Rosalina, Kasubdit Dikyasa Satlantas Polrestabes Bandung untuk menyampaikan materi-materi terkait keselamatan berlalu lintas. “Kami memahami bahwa keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama mitra Gojek maupun penumpang. Penumpang tentu ingin sampai di tujuannya dengan selamat. Untuk Mitra Gojek yang sehari-hari di jalan, keselamatan dan keamanan maknanya lebih dari itu. Baik dalam mengantar, menaikkan ataupun menurunkan penumpang teman-teman mitra harus juga selalu mematuhi peraturan yang berlaku,” papar Rosalina.

Materi yang diberikan, terdiri dari beberapa sub-topik bahasan. Sub topik bahasan pertama adalah mengenai peraturan lalu lintas yang wajib ditaati seluruh pengguna jalan termasuk mitra Gojek, dan hal-hal mendasar yang perlu dilakukan dan dimiliki bila mengendarai kendaraan bermotor. Pada sesi ini Satlantas Polrestabes Bandung kembali mengingatkan mitra Gojek terhadap peraturan-peraturan di jalan raya.

“Setelah mendengar respon dan jawaban teman-teman mitra dalam sesi diskusi pertama, saya percaya bahwa mitra Gojek akan mampu menjaga etika berkendara dan menjadi pelopor dalam tertib berlalu lintas baik menggunakan motor (GoRide) maupun mobil (GoCar),” papar Rosalina.

Topik kedua, mengangkat etika di jalan raya yang perlu dipahami oleh mitra Gojek, dalam kaitannya dengan interaksi dengan sesama pengguna jalan. Dengan menjaga etika berkendara maka mitra Gojek dapat turut memberikan dampak positif bahkan teladan bagi masyarakat.

Terakhir, terkait keamanan dalam menghadapi upaya tindak kriminalitas di jalan raya. Bagian ini penting mengingat beberapa Mitra Gojek kerap memilih bekerja di malam hari untuk melayani masyarakat. Pengetahuan yang cukup mengenai isu-isu kriminalitas dan cara menghindarinya, menjadi bekal yang penting bagi Mitra Gojek dalam bekerja.

Untuk dapat membentuk mitra Gojek yang memahami keselamatan berlalu-lintas, Gojek telah menyediakan beberapa pembekalan dan inisiatif, diantaranya adalah kegiatan safety riding yang telah rutin dijalankan secara berkala, pengetahuan tentang pentingnya mengikuti peraturan berlalu lintas yang berlaku dalam sesi kopdar rutin setiap dua minggu, pembekalan mengenai pertolongan pertama terhadap kecelakaan, dan juga tim khusus yang akan bergerak untuk membantu mitra yang terlibat dalam kecelakaan.

Kami berharap bahwa kegiatan seperti ini kedepannya tidak hanya akan semakin meningkatkan keamanan dan keselamatan mitra dan penumpang, namun juga meningkatkan rasa percaya penumpang dan juga warga Kota Bandung pada umumnya terhadap layanan yang diberikan oleh mitra Gojek. Dengan demikian, kesejahteraan mitra pun juga dapat ditingkatkan seiring dengan tingkat kepercayaan konsumen yang meningkat. Selanjutnya, harapan kami teman-teman mitra Gojek juga bisa mempertahankan etika berkendara yang baik sehingga dapat menjadi pelopor keselamatan berkendara,” jelas Wildan.

Tiga Pilar Inisiatif Keamanan GOJEK

Selain melalui Bengkel Belajar Mitra yang diselenggarakan hari ini, topik keselamatan dan keamanan berkendara juga disampaikan kepada Mitra Gojek melalui kegiatan safety riding training dengan menggandeng Rifat Drive Labs. Di mana saat ini terdapat lebih dari 300.000 Mitra GOJEK di 17 kota yang telah mengikuti sesi tersebut.

Edukasi merupakan bagian dari pilar-pilar inisiatif keamanan dan keselamatan Gojek. “Pelatihan merupakan bagian salah satu pilar keamanan milik Gojek, yakni pilar pencegahan. Selain pencegahan, Gojek memiliki dua pilar keamanan dan keselamatan lainnya, yaitu perlindungan serta penanganan yang sigap dan responsif.”

Upaya pencegahan berfokus pada tindakan meminimalisir risiko yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya pencegahan, dilakukan sejak proses yang paling awal, yaitu rekrutmen mitra. Di mana GOJEK mewajibkan calon mitra driver untuk melengkapi dirinya dengan SKCK serta menerapkan syarat minimal usia dan kondisi kendaraan yang layak saat pertama kali mendaftar. Selanjutnya, GOJEK juga senantiasa melakukan sosialisasi Kode Etik Mitra yang wajib ditaati oleh mitra driver GOJEK untuk memastikan tersedianya ekosistem layanan yang aman untuk seluruh pihak.

Keterandalan mitra Gojek juga terus dijaga dan ditingkatkan dengan menjalankan berbagai program edukasi mencakup topik keselamatan berkendara, pencegahan kekerasan seksual, serta pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan. Dalam melakukan proses edukasi, GOJEK didukung oleh mitra-mitra terbaik, pakar di bidangnya masing-masing. Seperti Hollaback! Jakarta, Palang Merah Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT), termasuk dengan pihak kepolisian.

Masih termasuk dalam pilar pencegahan, GOJEK memperkenalkan fitur pengingat untuk beristirahat pada aplikasi mitra driver. Di mana mitra driver akan mendapat pemberitahuan setelah bekerja selama 8 atau 12 jam, untuk mencegah keletihan.

Pilar selanjutnya yakni perlindungan, dijalankan untuk memastikan pengguna senantiasa merasa tenang dan nyaman saat mengakses layanan GOJEK. Salah satu wujud pilar perlindungan adalah melalui penyediaan asuransi dan pengembangan fitur keamanan pada aplikasi. Perlindungan asuransi bagi layanan GO-CAR, diberikan dengan menggandeng Jasa Raharja. Sementara untuk layanan GO-RIDE, GOJEK menggandeng Allianz yang didukung oleh Pasar Polis.

Terkait fitur keamanan, pada aplikasi GOJEK, telah tersedia fitur Tombol Darurat dan Bagikan Perjalanan. Melalui fitur-fitur ini, GOJEK dapat merespon dengan cepat laporan darurat yang dibuat sekaligus memungkinkan pengguna untuk membagikan informasi perjalanan kepada kerabat mereka. Lebih lanjut, aplikasi mitra driver GO-CAR kini juga dilengkapi fitur pengingat untuk beristirahat.

Sementara untuk penanganan yang sigap dan responsif, GOJEK menyediakan unit darurat khusus yang siaga 24 jam, sehingga sigap merespon laporan dan memberikan bantuan bagi korban. Di Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Makassar, unit darurat khusus GOJEK juga telah terintegrasi dengan layanan ambulans GOJEK yang memberikan pertolongan medis awal sebelum penanganan lebih lanjut di rumah sakit. Dalam menangani kasus, unit darurat khusus juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menawarkan bantuan yang menyeluruh mulai dari penelusuran laporan, tindakan medis, pemeriksaan fisik, pemulihan psikis dan trauma, hingga pendampingan hukum.

“Pada akhirnya, inisiatif yang GOJEK jalankan, bertujuan untuk memastikan tersedianya layanan transportasi yang semakin diandalkan oleh seluruh masyarakat. Sehingga, pengguna dapat dengan tenang menggunakan layanan kami kapan pun mereka membutuhkannya,” tutup Wildan.

Comments

Komentar Disini