Gojek Jabar Bekali Mitra Wawasan Kewaspadaan Gangguan Keamanan

0
51

Destinasi Bandung – Gojek Jabar Bekali Mitra Wawasan Kewaspadaan Gangguan Keamanan. Sebagai perusahaan super-app terdepan di Indonesia, GOJEK terus berupaya mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama masyarakat Indonesia dalam memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk di dalamnya adalah layanan ride hailing dan antar makanan yang didukung oleh mitra driver Gojek. Dalam mewujudkan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang dapat diandalkan, GOJEK mengembangkan solusi keamanan menyeluruh. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, GOJEK terus menjalankan ragam inisiatif, salah satunya Bengkel Belajar Mitra (BBM). Sebagai wadah pengembangan keterampilan pertama dan paling komprehensif di industri ride-hailing di Indonesia, BBM kali ini menggandeng seorang profesional di bidang counter terrorism yang memiliki sertifikasi CCTP untuk memberikan wawasan kewaspadaan gangguan keamanan khusus mitra Gojek.

Wildan Kesuma, Head Regional Corporate Affairs Gojek Jawa Barat dan Banten mengatakan, “Keamanan serta kenyamanan pengguna layanan dan juga mitra adalah prioritas kami. Kami ingin seluruh masyarakat dapat terus mengandalkan layanan Gojek kapanpun dan dimanapun mereka butuh, tanpa ada rasa khawatir. Untuk itu, sebagai super-app kami terus melakukan inovasi. Tidak hanya dari pengembangan teknologi, namun juga upaya mitigasi risiko melalui program edukasi kepada para mitra driver kami. Hal ini kami lakukan untuk memastikan tersedianya layanan yang semakin diandalkan oleh seluruh masyarakat.”

Inisiatif BBM dihadirkan secara rutin tiap bulan untuk mitra Gojek di Bandung agar menjadi sumber daya yang unggul dan berkualitas. Ada dua jenis pelatihan pengembangan keterampilan di BBM yang disesuaikan dengan aspirasi dan kebutuhan mitra, yaitu Pengembangan Layanan Prima dengan pelatihan Bahasa Inggris, P3K, kewaspadaan gangguan keamanan, dan melawan kekerasan seksual, serta Pengembangan Kemampuan Diri melalui pelatihan wirausaha dan pengelolaan keuangan. Hingga kini, sesi BBM, telah menjangkau lebih dari 2.000 mitra dan akan hadir di seluruh Indonesia secara bertahap.

Sesi penyampaian wawasan mengenai kewaspadaan gangguan keamanan ini sebelumnya telah dilaksanakan juga untuk mitra Gojek Bandung pada bulan Oktober 2018. Sesi ini kemudian dilanjutkan pada bulan Maret sampai dengan April 2019 untuk mitra GoMassage. Pada sesi BBM kali ini seorang praktisi anti teror tersertifikasi (CCTP) hadir memberikan materi mengenai kewaspadaan gangguan keamanan yang telah dikembangkan khusus untuk para mitra yang aktif bekerja menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan.

Yudi Sufredi, praktisi anti teror tersertifikasi (CCTP) menjelaskan, “Penting bagi mitra Gojek untuk mempunyai pengetahuan mengenai kewaspadaan akan potensi gangguan keamanan di sekitarnya. Materi yang disampaikan hari ini dimaksudkan agar teman-teman mitra memiliki wawasan yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya bahaya keamanan. Wawasan ini dimulai dari hal yang biasa dilakukan rutin sehari-hari. Misalkan, bagi mitra Gojek yang akan memulai beraktivitas perlu merencanakan rute yang akan dilalui dan memperkirakan apakah ada potensi gangguan yang bisa terjadi. Selain itu, yang perlu dilakukan juga adalah menghindari perhatian berlebihan yang dapat memancing ancaman keamanan, misalnya seperti menggunakan perhiasan berlebihan, atau menunjukkan bahwa mitra sedang membawa uang tunai yang banyak.”

Materi yang dibawakan oleh Yudi dalam sesi BBM ini disampaikan kepada mitra karena mitra menghabiskan mayoritas waktunya di jalan, oleh karenanya penting agar para mitra mendapatkan pembekalan wawasan supaya dapat menghindari potensi gangguan keamanan baik untuk diri sendiri maupun bagi penumpang. “Harapan saya, dengan membagikan wawasan baru ini semakin banyak mitra yang teredukasi sehingga dapat memberitahu teman-temannya atau bahkan sesama pengguna jalan bila ada potensi gangguan keamanan di sekitarnya,” ujar Yudi.

Adapun salah satu teori yang disampaikan oleh Yudi diantaranya adalah, “Gangguan keamanan dapat terjadi bila adanya target, kesempatan, dan pelaku yang berencana melakukan gangguan keamanan. Apabila kewaspadaan para mitra meningkat maka setidaknya akan semakin mengurangi kemungkinan terjadinya potensi gangguan keamanan.”

Yudi Sufredi juga melanjutkan sesi dengan menyampaikan materi tentang ciri-ciri membaca komunikasi non verbal, terutama dari gestur tubuh dan ekspresi muka. Hal ini dikarenakan 60-90% dari komunikasi yang dilakukan manusia adalah secara non verbal, oleh karenanya dengan memiliki wawasan untuk membaca sinyal non verbal diharapkan akan dapat mengidentifikasi sekelilingnya dan mewaspadai bila ada gerak-gerik atau ekspresi yang bisa dikategorikan sebagai mencurigakan. Hal ini dikarenakan, pada umumnya pelaku gangguan keamanan akan menunjukkan sikap yang tidak biasanya, diantaranya adalah akan menunjukkan sikap gugup, tegang, dan bersikap seakan menutupi suatu hal.

Sesi kemudian ditutup dengan membuat daftar jenis-jenis gangguan keamanan yang mungkin terjadi dalam perjalanan. Beberapa potensi gangguan yang mungkin terjadi dan dapat dihindari bila mitra memiliki kewaspadaan yang baik diantaranya adalah pencurian barang, perampokan, pemerasan, atau bahkan penculikan. Selain itu juga disampaikan bahwa dengan meningkatkan kewaspadaan, mengetahui pola komunikasi non-verbal, serta mengetahui rute perjalanan yang akan dilewati maka para mitra dapat mengurangi kemungkinan mengalami gangguan keamanan.

Melalui sesi ini, Wildan berharap para mitra dapat memiliki dapat menjangkau dan menaikkelaskan lebih banyak mitra. “Kami mengajak mitra GOJEK untuk terus mencari ilmu baru dalam program BBM sehingga teman-teman mitra dapat makin sejahtera.” tutup Wildan.

Comments

Komentar Disini