GOJEK Pelopor Anti Kekerasan Seksual di Industri Ride-Hailing

0
42

Destinasi Bandung-GOJEK Pelopor Anti Kekerasan Seksual di Industri Ride-Hailing. Sebagai penyedia layanan ride-hailing pertama dan terbesar di Indonesia, GOJEK terus berupaya mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama masyarakat Indonesia dalam bertransportasi. Dalam mewujudkan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang dapat diandalkan, GOJEK mengembangkan solusi keamanan menyeluruh. Pada momentum Hari Perempuan Sedunia, GOJEK juga bekerja sama dengan Hollaback!, sebuah gerakan global yang bertujuan mengatasi kekerasan seksual di ruang publik, untuk menggagas gerakan Anti Kekerasan Seksual di industri ride-hailing.

Kristy Nelwan, Vice President Corporate Communications GOJEK mengatakan, “Keamanan serta kenyamanan pengguna adalah prioritas kami. Kami ingin seluruh masyarakat dapat terus mengandalkan layanan GOJEK kapanpun dan dimanapun mereka butuh, tanpa ada rasa khawatir. Untuk itu, sebagai super-app kami terus melakukan inovasi. Tidak hanya dari pengembangan teknologi, namun juga upaya mitigasi risiko melalui program edukasi kepada para mitra driver kami. Hal ini kami lakukan untuk memastikan tersedianya layanan yang semakin diandalkan oleh seluruh masyarakat.”

Pingkan Irwin, Head of Communication Transport Marketing GOJEK mengatakan, “Dalam melakukan inovasi apapun, kami selalu menanamkan budaya customer-centric. Artinya, kami memprioritaskan inisiatif-inisiatif yang memang tepat guna menjawab kebutuhan pelanggan. Salah satunya dengan pengembangan fitur keamanan.”

Aplikasi GOJEK saat ini telah dilengkapi fitur Bagikan Perjalanan (Share Trip). Melalui fitur Bagikan Perjalanan, pengguna layanan GO-CAR dan GO-RIDE dapat membagikan informasi berupa: lokasi penjemputan; lokasi pengantaran; nama driver; nomor plat; tipe kendaraan; status perjalanan; dan jalur yang ditempuh, kepada kerabat terdekat. Pengguna cukup memencet tombol Bagikan Perjalanan untuk membagikan tautan berisikan informasi-informasi tersebut secara real-time melalui aplikasi pesan instan pilihan. Fitur Bagikan Perjalanan dapat digunakan di aplikasi GOJEK versi terbaru. Pengguna yang telah memperbarui aplikasi GOJEK, akan mendapatkan akses terhadap fitur ini secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Topik kekerasan seksual menjadi salah satu perhatian masyarakat pengguna layanan transportasi online, namun edukasi mengenai topik tersebut seringkali dianggap tabu. Melihat kondisi tersebut, GOJEK bersama para mitra drivernya berkomitmen untuk menjadi pelopor di industri ride-hailing dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kekerasan seksual di ruang publik.

Berkolaborasi dengan Hollaback!, GOJEK menyelenggarakan program pelatihan mitra driver untuk meningkatkan kesadaran akan kekerasan seksual. Materi pelatihan disusun secara komprehensif mencakup pengetahuan tentang jenis-jenis pelecehan seksual yang harus dihindari serta langkah intervensi seperti apa yang dapat diambil apabila menghadapi kasus tersebut. Siklus pelatihan perdana telah dimulai di Jakarta. Bandung menjadi kota kedua tempat pelaksanaan pelatihan yang diikuti oleh mitra driver dan pelaksana Kopdar Mitra GOJEK. Sampai akhir bulan Maret ini, pelatihan juga akan dilaksanakan di Palembang dan Denpasar.

Anindya Restuviani, Co-Director Hollaback! mengatakan, “Kami mengapresiasi langkah yang telah dilakukan GOJEK. Sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi dan layanan on-demand lainnya yang mempunyai jutaan mitra, hal ini tentu membawa angin segar bagi gerakan melawan kekerasan seksual. Kami berharap kedepannya, para mitra GOJEK tak sekedar memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual dan menghindarinya, namun juga berperan aktif untuk mengambil tindakan dalam melawan kekerasan seksual di ruang publik.”

“Perempuan dan anak-anak, merupakan kelompok masyarakat yang rentan menjadi korban kekerasan seksual. Baik kekerasan yang sifatnya fisik maupun non-fisik. Di sisi lain, kelompok masyarakat ini juga merupakan salah satu pengguna terbesar layanan transportasi GOJEK. Untuk itu melalui berbagai upaya, termasuk melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan mereka dapat menggunakan layanan kami dengan nyaman,” jelas Kristy.

Keseriusan GOJEK dalam menangani tindak kekerasan seksual, diimplementasikan pula dalam standar operasional prosedur (SOP) penanganan kasus dan laporan, yang dilakukan dengan fokus keberpihakan pada korban. Hal ini dilakukan demi mendukung komitmen GOJEK untuk menyediakan layanan transportasi yang ramah bagi seluruh masyarakat, termasuk kelompok perempuan dan anak.

“Kami menyadari kasus kekerasan seksual, bukanlah kasus pelanggaran biasa. Kekerasan seksual, apapun bentuk dan tingkatannya, berpotensi memberikan trauma yang mendalam kepada korban. Kami sangat berhati-hati dalam menangani kasus seperti ini dan membuat prosedur penanganan yang sensitif pada korban,” ujar Kristy.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko, setiap laporan kekerasan seksual yang masuk melalui call center GOJEK akan langsung ditangani oleh unit darurat. Unit ini bertugas untuk segera menemui korban, melakukan pendalaman kasus dan menawarkan bantuan yang diperlukan. Bantuan mencakup tindakan medis untuk pemeriksaan fisik, pengobatan, serta layanan pendampingan oleh psikiater sebagai bagian dari proses penyembuhan trauma. GOJEK juga siap melakukan pendampingan hukum apabila korban, baik mitra driver maupun pengguna, merasa kasus ini harus diselesaikan di jalur hukum.

“GOJEK sangat serius dalam menciptakan ekosistem yang andal, aman dan nyaman untuk dapat melayani siapa saja dan kapan saja mereka membutuhkannya. Kedepan, kami akan terus mematangkan fitur, memberikan pelatihan kepada mitra dan menerapkan langkah mitigasi risiko, sehingga GOJEK dapat terus menjadi aplikasi handal pilihan masyarakat Indonesia,” tutup Kristy.

Comments

Komentar Disini