Grab Percepat Digitalisasi UMKM Jawa Barat Lewat 6 Solusi #TerusUsaha

0
36

DESTINASIBANDUNG– Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, hari ini meluncurkan program #TerusUsaha di Jawa Barat yang merupakan solusi untuk mempercepat proses digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Program ini hadir untuk mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah dalam melatih serta meningkatkan daya saing UMKM menghadapi ekonomi digital di era new normal. Program ini mencakup berbagai solusi digitalisasi termasuk pemberian iklan gratis bagi ribuan UMKM Jawa Barat, peluncuran 2 platform digitalisasi, dan sebuah portal yang dirancang khusus bagi UMKM agar bisa belajar dan mencari inspirasi.

Di Jawa Barat, Grab juga bekerja sama dengan DISPERINDAG Provinsi Jawa Barat dan DISPERINDAG Kabupaten Bandung untuk memperkenalkan layanan digital kepada puluhan ribu Industri Kecil menengah (IKM) dan ribuan pedagang pasar tradisional.

98,8% usaha di Jawa Barat masuk dalam kategori Usaha Mikro Kecil (UMK) dan menyerap 74% tenaga kerja. Namun, lebih dari 89% pelaku UKM belum memanfaatkan internet dalam menjalankan usahanya. Di sisi lain, kontribusi UMKM sangat signifikan bagi perekonomian.

Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara mengungkapkan bahwa pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp10,1 Triliun bagi perekonomian Jawa Barat di tahun di 2018, dan riset terbaru yang dilakukan di tahun 2020, menunjukkan bahwa responden melihat peningkatan pendapatan hingga 138% melalui digitalisasi.

31% responden juga mengaku bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang saat bisnisnya berkembang. Hal ini menandakan pentingnya digitalisasi untuk membantu ketahanan ekonomi, khususnya memasuki era new normal ini.

Richard Aditya, Head of West Indonesia Grab Indonesia, menjelaskan bahwa program #TerusUsaha merupakan komitmen Grab bagi bisnis kecil dan tradisional agar lebih memiliki daya saing dan tidak tertinggal dalam era digital. ”Kita melihat bagaimana ada banyak bisnis yang tidak mampu bertahan dan bersaing di era new normal ini karena belum terdigitalisasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang bergantung pada layanan digital menjadi salah satu faktor terbesarnya. Beralih dan mulai memanfaatkan digitalisasi adalah cara terbaik yang bisa dilakukan oleh para pelaku UMKM untuk mempertahankan usaha mereka di era tatan baru ini. Program #TerusUsaha ini juga sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood untuk membawa lebih banyak dampak positif dari teknologi kami,” jelasnya.

Program #TerusUsaha: 6 Solusi Digitalisasi Grab untuk Jawa Barat

#1) Meningkatkan Visibilitas dan Permintaan

Dukung Usahawan Lokal: Mulai minggu ini, Grab akan membantu ribuan UMKM Jawa Barat untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi. Grab juga akan memberikan ruang untuk beriklan di media sosial dan saluran digital Grab, serta influencer media sosial yang bekerja sama dengan Grab. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini.

#2) Memberikan Pelatihan Keterampilan dan Pertumbuhan bagi Bisnis Kecil

Pelatihan dan Digitalisasi Puluhan Ribu IKM Jawa Barat: Grab bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jawa Barat untuk memberikan pelatihan kepada puluhan ribu Industri Kecil Menengah (IKM) binaan DISPERINDAG Jawa Barat. Seluruh pelatihan yang dilakukan secara virtual, dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka. Topik pelatihan akan fokus pada peran digitalisasi bagi bisnis kecil di era new normal.

Portal www.grabforgood.id yang memberikan ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dari bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab.

Program ‘Grab #TerusUsaha Akselerator UMKM’ yang bermitra dengan Sahabat UMKM dan Google Gapura Digital dalam menyediakan program pelatihan dan dukungan bagi pemilik usaha kecil di Indonesia. Dari 500 UMKM dari puluhan provinsi di Indonesia yang telah mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti program ini, sebanyak 50 peserta telah terpilih dan ada juga yang berasal dari Jawa Barat. Peserta terpilih akan mengikuti pelatihan intensif serta berbagai sesi bimbingan selama 2,5 bulan seputar legalitas, pemasaran, literasi keuangan, pengelolaan sumber daya, permodalan, hingga daya saing produk mulai minggu ini.

Sosialisasi Layanan Digital untuk Ribuan Pedagang Pasar yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bandung.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mempermudah adaptasi layanan digital sekaligus meningkatkan daya saing dan pendapatan di era new normal. Program ini menyasar lima pasar tradisional di wilayah Kabupaten Bandung, yakni Pasar Banjaran, Pasar Margahayu, Pasar Majalaya, Pasar Baleendah, dan Pasar Ciwidey.

Aplikasi untuk Digitalisasi Bisnis dan Individu yang Kehilangan Pekerjaan: Bagi para pelaku usaha, mereka bisa mendaftar, mengelola dan mengembangkan bisnis kuliner mereka melalui platform digital GrabMerchant secara gratis.

Bagi individu yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, mereka dapat bergabung menjadi agen individu GrabKios untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan.

Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., MUD, Gubernur Jawa Barat, yang diwakili oleh Drs. Benny Bachtiar, M.Si, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat menyambut baik peluncuran Program #TerusUsaha di Jawa Barat.

“Pengembangan koperasi dan UMKM jadi salah satu target kami untuk membuat koperasi dan UMKM yang juara, berkualitas, dan berdaya saing tidak hanya di tingkat nasional, tapi hingga level internasional. Saat ini, ada banyak UMKM yang terancam kehilangan penghasilannya karena COVID-19. Di tengah kesulitan ini, pasti ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Kami sangat bangga dengan Grab yang sangat peduli dengan UMKM dan berterima kasih atas peluncuran program #TerusUsaha di Jawa Barat. Program ini adalah salah satu kampanye positif yang harus bersama-sama kita dukung. Diharapkan UMKM bisa menjadi sokoguru perekonomian bangsa dan membawa kembali kebangkitan perekonomian bangsa serta mampu menyejahterakan rakyat” jelasnya.

Tahun lalu, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics telah merilis sebuah studi yang menunjukkan kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab yang mencapai Rp10,1 triliun di Jawa Barat.

Hari ini, studi lain yang dilakukan di bulan Januari 2020 di kota Bandung dirilis dan menemukan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 11%.

Membuka Akses Perbankan & Investasi Bagi Mitra Pengemudi Bandung. Lebih penting lagi, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 63% mitra pengemudi GrabBike dan 75% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp738 ribu hingga Rp1,6 juta.

Sebagai tambahan, 67% dari mitra pengemudi GrabBike dan 85% mitra pengemudi GrabCar mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab, karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka.

Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.

Teknologi Membuka Kesempatan Usaha Mitra Merchant dan Agen di Bandung. Riset tersebut menjelaskan 12% mitra merchant GrabFood di kota Bandung terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 15% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya.

Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. 31% mitra merchant GrabFood di Bandung menambah hingga 3 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Peningkatan Pendapatan & Pemasukan Mitra Pengemudi, Merchant dan Agen Bandung. Mitra merchant GrabFood Bandung yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 37% menjadi Rp54,9 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Bandung meningkat 11% menjadi Rp14,9 juta per bulan sejak bergabung.

Sebanyak 49% mitra merchant GrabFood Jawa Barat juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya.

Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di kota Bandung dengan peningkatan pendapatan hingga 64% menjadi Rp6,4 juta per bulan dan 138% menjadi Rp5,3 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman.

Sejumlah 19% mitra pengemudi GrabBike dan 12% mitra pengemudi GrabCar di kota Bandung baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

Riyadi Suparno, M.Sc, Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics, mengungkapkan bahwa sektor gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi. “Saat Indonesia mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Indonesia menuju pemulihan ekonomi. Tahun lalu kita sudah lihat bagaimana gig economy yang didukung oleh teknologi Grab memberikan dampak bagi ketahanan ekonomi Jawa Barat. Riset terbaru ini kembali membuktikan bagaimana gig worker dalam platform Grab dapat merasakan peningkatan kualitas hidup, dan saat bisnis mereka bertumbuh, mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang. Ini merupakan siklus dan ekosistem yang sangat baik,” jelasnya.

H. Oded Muhammad Danial, S.A.P., Walikota Bandung yang diwakili oleh Drs. Atet Dedi Handiman, Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Bandung mengapresiasi langkah Grab untuk mempercepat digitalisasi UMKM di Jawa Barat pada umumnya dan Bandung pada khususnya dengan Program #TerusUsaha. “Kehadiran Grab dengan Program #TerusUsaha di Kota Bandung semoga menjadi akselerator pulihnya perekonomian yang sempat terdampak karena pandemi. Dengan perannya sebagai penghubung, program ini jadi salah satu jawaban atas permasalah ekonomi, terutama dengan menguatnya UMKM.

Pemerintah berterima kasih dan menyambut baik hadirnya solusi baru untuk pelaku UMKM Jawa Barat di tengah masa sulit akibat pandemi. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Grab yang membantu menyongsong kembalinya Kota Bandung yang unggul, nyaman, dan sejahtera,”pungkasnya.

Comments

Komentar Disini