ICA dan Pemprov Jabar Kampanyekan Keselamatan Kelistrikan

0
41

Destinasi Bandung- ICA dan Pemprov Jabar Kampanyekan Keselamatan Kelistrikan. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran di salah satu kota besar di Indonesia telah terjadi di tahun 2016 kebakaran sebanyak 1.047, yang 754 diantaranya disebabkan karena listrik dan di tahun 2017 sebanyak 1.185 kejadian sebanyak 851 disebabkan karena listrik. Penyebab kebakaran antara lain perawatan tidak sesuai standar, terdapat bagian listrik yang terbuka, isolasi kabel yang buruk, terjadi overload pada sistem instalasi listrik, kerusakan pada sistem instalasi listrik, penggunaan peralatan instalasi listrik yang standar, serta kondisi listrik yang buruk.

“Ini adalah sebuah kenyataan umum tidak hanya di Indonesia tapi di beberapa negara bahwa pengguna atau konsumen tidak peduli dengan kabel listrik di rumahnya. Orang-orang mengira bahwa kabel listrik dirumah mereka sudah aman dan sistem pelistrikannya sudah diatur dan dicek.” ujar Director East & Southeast Asia Collin May di di Aulia Timur ITB, Senin (29/4/2019).

Dengan maraknya kebakaran di pemukiman warga dan perkantoran tersebut, maka International Copper Association (ICA) Southeast Asia dan Provinsi Jawa Barat akan melakukan kampanye keselamatan kelistrikan dengan Safety, Green and Smart Electricity.

Hal ini ditandai dengan pemberian sertifikasi gratis bagi instalatir listrik. Sertifikasi kompetensi ini diperlukan para tenaga ahli untuk menunjang kredibilitasnya. Kegiatan akan dilakukan mulai tahun 2019 hingga akhir tahun 2024. Lewat kerjasama ini juga memberikan inspeksi listrik gratis bagi warga Jawa Barat dan edukasi pada masyarakat mengenai bahaya kebakaran dan pentingnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi pemilik rumah tinggal.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya mengatakan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjuk Jawa Barat sebagai area percontohan tentang keselamatan kelistrikan ini.

“Sebagai pemimpin, saya harus menyiapkan kehidupan yang lebih selamat. Tapi ngga ada datanya, kerja sama dengan International Copper Association ini selama lima tahun – atas masukan dari PBB, Jawa Barat akan dijadikan percontohan. Semua rumah akan diaudit oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kerja sama dengan mereka (ICA). Nanti akan ketahuan kategorinya rumah yang aman, kurang, aman, dan tidak aman,”katanya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, Hasil audit nanti akan bisa menentukan rumah yang aman, kurang aman, dan tidak aman. Kurang Aman dan Tidak Aman artinya mempunyai potensi kebakaran.

“Kepada rumah yang memiliki potensi kurang aman dan tidak aman, kita akan edukasi untuk mengganti alat kelistrikan dengan kualitas kelistrikan yang memadai, supaya tidak terjadi lagi 70 persen kebencanaan kebakaran datang dari peralatan listrik yang tidak berkualitas,”bebernya.

ICA dan Aliansi Tembaga bekerjasama di bidang-bidang manfaat sosial yang luas, termasuk pembangunan ekonomi, energi berkelanjutan, mitigasi/adaptasi perubahan iklim, kesehatan masyarakat, inovasi teknologi, dan mensosialisasikan pentingnya menggunakan kabel listrik yang terbuat dari tembaga untuk mengurangi resiko kebakaran di perumahan.

Kerjasama dan bantuan ini adalah kelanjutan atas pembicaraan dan kunjungan yang dilakukan oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat dengan United Nation Environment Programme (UNEP) Menandai kerjasama, kolaborasi dan kemitraan yang juga melibatkan MNC Channels sebagai supporting team, serta peran serta Seabad ITB dan Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Comments

Komentar Disini