Inilah Alasan Riri Riza Memilih Yogyakarta Untuk Shooting AADC 2 Film

0
359
Film Ada Apa Dengan Cinta 2 / Destinasi Bandung

Destinasi Bandung–Sukses dengan film Ada Apa Dengan Cinta 1 pada 2002 silam yang lalu, kini sudah hadir kelanjutannya Ada Apa Dengan Cinta 2.

Mengingat film AADC pertama sudah 14 tahun silam, otomatis para pemainnya pun kini sudah beranjak jauh lebih matang dan dewasa. Bahkan diantara pemainnya sudah ada yang memiliki anak.

Film AAdC 2 ternyata tidak hanya ditunggu oleh penggemar setianya. Para pembuat film ternyata juga sangat antusias. Bahkan sebagian dari mereka rela menghabiskan waktu dengan berkunjung ke lokasi syuting di Yogyakarta untuk sekedar melihat secara langsung proses penggarapannya.

Sutradara film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 Riri Riza kepada wartawan mengatakan, alasan memilih kota Yogyakarta sebagai lokasi gala premiere karena aura nya lebih cocok aja disana.

“Hampir 14 film yang saya buat bersama Mira (Mira Lesmana-produser AADC 2), kami ingin suasana baru, yang lebih dinamis dan berinteraksi di luar itu,” ujar Riri Riza yang ditemui di Cihampelas Walk Bandung saat konferensi pers.

Selain proses film AADC 2 yang 70 persen syutingnya dilakukan di Yogya, Riri menuturkan banyak seniman Yogya terlibat dalam film yang edisi perdananya tayang tahun 2002 itu. “Baik dari produksi hingga menjadi aktor dalam film ini,” ujar Riri.

Misalnya saja, pentolan kelompok Jogja Hip Hop Foundation Marzuki Muhammad alias Kill The DJ, tak hanya dilibatkan sebagai pembuat lagu latar berjudul ‘Raminggir Tabrak’ untuk film itu.

Sementara itu, menurut Marzuki Pelantun lagu ‘Jogja Ora Didol’ itu mengungkapkan sempat menolak ketika pertama diajak Mira Lesmana dan Riri Riza terlibat dalam film drama percintaan itu. “Karakter musik dan saya sendiri kan nggak klop untuk film begituan,” ujarnya. Namun setelah membaca naskah dan diskusi panjang, Marzuki akhirnya bersedia terlibat.

“Saya tak mau kalau terlibat dengan lagu-lagu lama, sekalian saja bikin lagu baru, jadi total,” ujarnya.

Selain Marzuki, Mira Lesmana juga menggandeng seniman kopi yang juga pemilik Klinik Kopi di bilangan Jalan Kaliurang Yogya, Pepeng. Dia awalnya mengaku bingung karena tidak tahu apa hubungan kedai kopi kecilnya dengan film AADC itu. Ia mengiyakan saja saat diminta berperan selayaknya kerjanya keseharian mengurus kedai kopi.

“Nah, pas waktunya syuting itu baru saya panik, ternyata krunya banyak sekali, saya bingung gimana kalau kedai kopi saya ambruk,” tutur dia.

Seniman lain Eko Nugroho dengan komunitas Daging Tumbuh-nya juga sempat ragu ketika diajak terlibat dalam film AADC 2. Eko merasa seni instalasi nya yang selama ini ‘nyeleneh’ awalnya dianggap akan sulit masuk genre film drama percintaan itu. “Saya nekad saja bilang ‘oke’ pas diajak terlibat walaupun sama sekali belum tahu medannya,” ujar Eko.

Eko menilai ia patut mencoba menyambangi dunia film dengan background seni rupanya karena film kepentingannya luas.”Saya coba saja, lagi pula AADC 1 juga mendampingi masa remaja saya,” ujarnya.

Selain itu, dalam film AADC 2 ini juga melibatkan kelompok teater boneka Pappermoon Puppet Theatre asal Yogya. Kelompok ini turut menampilkan film produksinya di tahun 2011 silam yang berjudul “Secangkir Kopi dari Playa” dalam AADC 2.

“Film kami kebetulan klop, juga tentang kisah cinta yang hilang, jadi masuk saat berada di dalam bagian AADC 2,” ujar Iwan Effendi, pegiat Pappermoon Puppet Theatre.

Sedangkan seniman muda asal Jakarta yang terlibat seperti penyanyi indie jazz Mian Tiara.”Yogya memang kami pilih menjadi rumah kedua Rangga dan Cinta,” tambahnya.

Comments

Komentar Disini