International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) 2018

0
26

Destinasi Bandung-International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) 2018. Saat ini lebih dari 50% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Tren ini menghadirkan peningkatan intensitas dan kompleksitas masalah bagi para pengelola kota. Permasalahan sampah hampir selalu menempati peringkat paling atas pada data persoalan di semua kota, ini yang acap kali menjadi perhatian bagi para pimpinan daerah maupun calon pimpinan daerah. International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) yang akan diselenggarakan pada tanggal 5-7 Maret 2018 di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung, menghadirkan perspektif baru bagi para pengambil kebijakan kota dalam mengelola sampah yang terintegrasi melalui peningkatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat kota.

“Melalui penerapan zero waste dan model circular economy, konsep pembangunan kota ini dapat menjadi solusi menarik bagi para pemimpin dan pengambil kebijakan di Indonesia,” jelas Ria Ismaria, Ketua Panitia Pengarah “International Zero Waste Cities Conference 2018”.

Zero Waste atau Nol Sampah adalah filosofi yang mempromosikan perancangan dan pengelolaan daur hidup material sehingga semua produk dapat digunakan kembali. Tujuannya agar tidak ada sumber daya yang berakhir di tempat pembuangan sampah atau insinerator. Filosofi ini merekomendasikan proses yang serupa dengan pemanfaatan dan penggunaan kembali sumber daya di alam yang berkelanjutan.

Dalam model circular economy, kegiatan ekonomi dilakukan untuk membentuk dan membangun kembali ‘sistem yang sehat’. Melihat jauh melampaui model industri ekstrakif yang berkutat pada aktivitas ambil-buat-buang. Circular economy mendefinisikan ulang terminologi ‘pertumbuhan’ dengan fokus pada manfaat-manfaat positif ekonomi bagi masyarakat, dengan didasarkan pada tiga prinsip: merancang keluar atau menghilangkan limbah dan polusi dari sistem; menjaga (selama mungkin) penggunaan produk dan material; serta meregenerasi sistem alam.

“Konsep ini mengakui akan pentingnya sebuah sistem yang bekerja secara efekif di semua skala bisnis: besar dan kecil, organisasi dan individu, global dan lokal,” ujar Froilan Grate selaku Regional Coordinator GAIA Asia Pasifik.
Dengan mengangkat tema “Circular City adalah Kota Masa Depan”, pelaksanakan “International Zero Waste Cities Conference” yang dibantu oleh ALTANERA PRO MANAGEMENT selaku event organizer akan menyajikan konsep circular city kepada kepala daerah dan pimpinan perangkat daerah sebagai solusi bagi masalah sampah, serta pada saat yang sama, menciptakan sumber daya bagi pembangunan kota. Selain itu, mempromosikan konsep circular city menjadi narasi dalam diskusi-diskusi maupun pembicaraan publik. Acara ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang dialog untuk seluruh pemangku kepentingan kota dalam mendorong terciptanya circular city.

[kutipan/substansi mengenai Pengelolaan Sampah/Zero Waste/Circular Economy/HPSN dari sudut pandang KLHK sebagai regulator pusat dan pemkot/pemkab yang diwakilkan oleh dinas-dinas lingkungan hidup di kota Bandung, Cimahi dan Kab.Bandung]

“Pendekatan ini didasarkan pada tujuan untuk menciptakan sistem yang secara progresif menghilangkan sepenuhnya timbulan sampah & kandungan bahan beracun racun dari sistem ekonomi & peradaban. Hal ini dapat dicapai dengan mengubah secara mendasar cara kita menangani sampah, merancang ulang material dan desain produk yang kita gunakan, serta mengembangkan sistem ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai dari daur material,” tambah Deni Nurdyana Hadimin, selaku Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung.

Comments

Komentar Disini