Jayengtilam, Tradisi Lisan dalam Edukasi Pariwisata Yogyakarta

Jayengtilam, Tradisi Lisan dalam Edukasi Pariwisata Yogyakarta

DESTINASI BANDUNG- Jayengtilam, Tradisi Lisan dalam Edukasi Pariwisata Yogyakarta. Sukses dengan pameran-pameran sebelumnya, tahun ini Museum Sonobudoyo kembali menggelar temporer Annual Museum Exhibition (AMEX) bertajuk Jayengtilam, Sastra Lisan dan Pembentukan Identitas Lokal.

Penyelenggaraan pameran ini menjadi momentum peringatan HUT Museum Sonobudoyo yang ke-85 tahun. Ide dasar dari penyelenggaraan pameran ini adalah kedekatan emosional Masyarakat Jawa dan Yogyakarta terhadap tradisi lisan. Bahkan sampai saat ini, tradisi lisan terus diproduksi sebagai produk kebudayaan di tengah berkembangnya tradisi tulis. Istilah Jayengtilam sendiri merupakan terminologi dari Bahasa Jawa yang terdiri dari 3 kata jayang ing tilam atau berjaya di peraduan.

Jayengtilam ini merepresentasi banyaknya kebudayaan lisan yang berkembang di tempat tidur, seperti halnya dongeng sebelum tidur.

Baca Juga :  800 Hotel Disiapkan Tampung Kontingen PON XIX / 2016

Menurut Setyawan Sahli, Kepala Museum Sonobudoyo, pemilihan judul tersebut terinspirasi dari aktivitas tutur yang dilakukan orang tua kepada anaknya sesaat sebelum tidur. Tujuannya tentu sebagai upaya penanaman nilai moral maupun norma-norma, kadang kala juga menceritakan tentang leluhur.