Kemeriahan Konser Krakatoa Bandung Philharmonic

0
20

Destinasi Bandung-Kemeriahan Konser Krakatoa Bandung Philharmonic. Kemeriahan pertunjukan konser Bandung Philharmonic 2018 begitu menggema di grand ballroom hotel Hilton Bandung Sabtu malam (27/1/2018).

Ratusan penonton tampak terhipnotis dengan penampilan Bandung Philharmonic yang menyajikan musik simfoni berkelas internasional.

Dalam penampilan konser musik orkestra di musim ketiga ini, Bandung Philharmonic memainkan enam lagu dari komposer terbaik, dimana dua diantaranya adalah lagu tradisional.

Nama Krakatoa diambil dari hasiI karya karangan komposer Amerika bernama Stacey Garrop, dimana Bandung Phillharmonic menampilkan karya ini untuk pertama kalinya dalam konser berkelas dunia. Konser ini juga menampilkan permainan solo Viola dari Dr. Michael Hall, Direktur Bandung Phi/hamonic Education Program. Hasil karya dari komposer-komposer terbaik yang di tampilkan di konser ini seperti Peer Gynt Suite no. 1 karangan Grieg, A Night on Bald Mountain karangan Mussorgsky yang diaransemen oIeh Rimsky Korsakov, dan The Moldau karangan Smetana.

Bandung Philharmonic juga mempromosikan musik tradisional lokal dengan menampilkan karya dari Tan De Seng yang berjudul “Aki Manggul Awi”, yang diaransemen oleh komposer muda lndonesia yang sangat bertalenta , Fauzie Wiriadisastra.

Stacey Garrop mengatakan ide Krakatoa diambilnya dari ketertarikannya dengan gunung Krakatau. Setiap musik yang disajikan adalah jalan cerita ketika gunung Krakatau akan meletus yang dituangkan lewat sebuah nada. “Saya bersama Michael Hall (seorang violis) melakukan riset untuk mendapatkan kisah Krakatau. Kami banyak melakukan perubahan dalam pembuatan komposisi lagunya, butuh waktu sekira satu tahun untuk membuatnya,” ujar Stacey.

Menurut Stacey, ketika main gamelan sesuatu yang menarik bermain musik ini harus bersabar, musik gamelan mirip gunung berapi yang sabar untuk meletus, karena ada anak krakatau yang akan meletus lagi. Sebagai seorang performer harus mempresentasikan setelah letusan yang terdengar begitu besar akan hidup atau bangkit kembali,”ujarnya.

Sementara itu Direktur eksekutif dari orkestra Bandung Philharmonic, Airin Efferin mengatakan orkestra adalah instrumen yang luar biasa walaupun berbeda-beda variasinya.

“Orkestra menghasilkan harmoni yang indah, harmoni itu tercipta karena adanya perbedaan. Sama halnya dengan keadaan saat ini, bahwa perbedaan sebenarnya bisa menghasilkan sesuatu yang indah,” pungkasnya.

Comments

Komentar Disini