Majukan Bisnis Perempuan Indonesia, IWAPI Gandeng GOJEK

0
52

Destinasi Bandung-Majukan Bisnis Perempuan Indonesia, IWAPI Gandeng GOJEK.. Guna meningkatkan skala dan kapasitas pengusaha perempuan dalam ekonomi digital di Indonesia, GOJEK, perusahaan penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran berbasis aplikasi terdepan bekerjasama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) untuk kembali menggelar pelatihan GOJEK Wirausaha. Dalam sesi rapat kerja daerah (Rakerda) IWAPI Jawa Barat yang bertempat di Bandung, GOJEK memberikan pembekalan praktis berbisnis secara tatap muka kepada 150 pelaku UMKM anggota IWAPI Jawa Barat agar dapat mendayagunakan teknologi untuk meningkatkan skala bisnis serta memperluas pangsa pasar.

Dalam kesempatan hari ini, GOJEK bangga bisa mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan IWAPI, tentunya karena jangkauan IWAPI sudah mencapai 32 provinsi. Saat ini anggota IWAPI sudah mencapai lebih dari 30 ribu perempuan pengusaha di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan besarnya potensi dan antusiasme untuk terus maju dan berkembang dari para pelaku usaha anggota IWAPI.

“Setelah melaksanakan beberapa kali pelatihan GOJEK Wirausaha di Bandung, kami melihat antusiasme yang tinggi dari para pelaku UMKM yang tergabung dalam beberapa komunitas dan asosiasi di Jawa Barat, ujar Wildan Kesuma, Head Regional Corporate Affairs GOJEK. Sebagai aplikasi yang mendorong pertumbuhan UMKM, GOJEK terus berupaya menciptakan dampak sosial bagi masyarakat Indonesia. “GOJEK Wirausaha merupakan bentuk nyata dukungan GOJEK terhadap pelaku UMKM. Materi yang diberikan dirancang khusus untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM seperti memasarkan produk serta mengatur keuangan. Selain itu, kami membantu para UMKM agar langsung dapat memanfaatkan platform digital melalui GO-FOOD dan GO-PAY, sehingga mereka lebih mudah naik kelas,” ujar Wildan.

Kegiatan pelatihan untuk pelaku UMKM anggota IWAPI Jawa Barat ini juga sesuai dengan ruang lingkup dari nota kesepakatan yang ditandatangani Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan GOJEK dan GO-PAY di akhir bulan Mei 2019 yang lalu. Ruang lingkup yang dimaksud diantaranya adalah pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan. Perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan GOJEK terhadap pelaku UMKM sangat tinggi karena UMKM memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, mengingat lebih dari 98% aktor ekonomi Jawa Barat adalah UMKM.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015, GO-FOOD kini telah berkembang menjadi layanan pesan antar makanan daring nomor satu di Indonesia dan Asia Tenggara dengan menggandeng hampir 400.000 mitra merchant, dimana 96% diantaranya merupakan pelaku UMKM kuliner. GO-FOOD kini menguasai pangsa pasar online food delivery di Indonesia yang mencapai 80% atau minimal 4 kali lipat lebih besar dari penyedia layanan sejenis. Hal ini juga didukung kuat oleh jumlah order GO-FOOD yang tumbuh tujuh kali lipat dalam 2 (dua) tahun terakhir.

Sementara itu, dengan memanfaatkan GO-PAY sebagai aplikasi pembayaran non-tunai paling populer di Indonesia, pelaku UMKM dapat sangat terbantu karena beberapa manfaatnya. Pertama, karena dengan transaksi non tunai maka mereka tidak perlu repot cari uang kembalian, selain itu pencatatan transaksi keuangan pun dapat dilakukan secara sistem sehingga membuat proses usaha menjadi lebih cepat dan praktis.

Wildan mengatakan, “Trend perkembangan GO-FOOD di tingkat nasional juga terlihat di Jawa Barat dengan jumlah order yang tumbuh tiga kali lipat dalam periode 2017-2018. Di wilayah ini, jumlah merchant GO-FOOD pun telah tumbuh hampir tiga kali lipat dalam periode yang sama. Kemudian, bila kita berbicara mengenai dampak ekonomi, kami melihat bahwa teknologi superior GOJEK telah membantu para merchant, terutama UMKM, dalam mengembangkan skala bisnisnya. Para merchant UMKM yang bergabung dengan GO-FOOD secara nasional termasuk di Jawa Barat rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung.1”

Melihat kondisi saat ini, GOJEK mengambil peran serta untuk terus mendorong dan membantu para pelaku UMKM agar bisa semakin kompetitif dengan mengembangkan usaha secara digital. “GOJEK percaya bahwa pemanfaatan teknologi merupakan cara yang paling tepat untuk memecahkan masalah ketimpangan ekonomi. Di sini kami gunakan teknologi untuk menyetarakan kesempatan berusaha karena hal inilah yang sangat dibutuhkan oleh UMKM untuk mereka naik kelas,” tambah Wildan. Sejak tahun 2018 GOJEK Wirausaha telah digelar di 14 kota di Indonesia termasuk diantaranya adalah Bandung, dengan melibatkan lebih dari 5.300 pelaku UMKM yang berasal dari 24 komunitas dan institusi pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IWAPI Jabar Masrura Ramidjla mengatakan, “IWAPI menyambut baik inisiatif dari GOJEK untuk membantu para pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya. Hal ini sejalan dengan misi IWAPI untuk meningkatkan kapasitas anggota dan daya saing produk bangsa melalui akses teknologi. Kami berharap melalui pelatihan ini, para pengusaha UMKM Jawa Barat bisa semakin sukses dan bisnisnya semakin besar. Dengan usaha UMKM yang semakin berkembang, saya percaya bisa memberikan dampak positif untuk Jawa Barat. Kami juga berharap hubungan yang sudah baik antara IWAPI dan GOJEK tetap terus terjaga.”

Dengan semangat awal bahwa inovasi digital adalah langkah untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kerakyatan, kini GOJEK telah berhasil menghubungkan pengguna dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, lebih dari 400 ribu merchant UMKM, serta lebih dari 60 ribu penyedia layanan lainnya di 204 kota dan kabupaten di lima negara di Asia Tenggara. “Dengan ekosistem kami, GOJEK membantu UMKM memperluas pasarnya, membantu pencatatan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan yang lebih efisien.” tambah Wildan.

Wildan melanjutkan pemaparannya dengan menyampaikan bahwa kontribusi GOJEK terhadap pertumbuhan nasional berpotensi terus meningkat. Riset dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada tahun 2018 menyebutkan bahwa kontribusi ekosistem GOJEK terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 44,2 triliun dan Rp18 triliun diantaranya disumbangkan oleh mitra UMKM melalui layanan GO-FOOD.

“Harapannya, dengan ilmu yang kami sampaikan lewat GOJEK Wirausaha ini, pelaku UMKM Jawa Barat dapat mengembangkan usahanya dan mengatur keuangan lebih baik, sehingga mampu meningkatkan skala bisnisnya dan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia,”pungkasnya.

Comments

Komentar Disini