Mengenal Jenis Busi pada Sepeda Motor

DESTINASI BANDUNG -Mengenal Jenis Busi pada Sepeda Motor.
Busi menghasilkan pijaran api diantara elektrodanya (dari pusat elektroda ke ground), untuk membakar campuran udara – bahan bakar, saat menerima tegangan tinggi. Jika electrode busi sudah aus atau habis maka tarikan motor menjadi berat dan tidak responsif. Peran busi sangat penting dalam sistem pengapian mesin.

Gejala tanda-tanda busi tidak bekerja dengan baik akan mempengaruhi performa mesin. Beberapa kemungkinan seperti contoh tarikan gas menjadi terasa berat, langsam mesin tidak stabil dan saat akselerasi sepeda motor tersendat-sendat.

Pada umumnya penggantian berkala busi setiap 6000 km, periksa, bersihkan, dan ganti jika perlu. Perawatan berkala harus sesuaikan buku service manual untuk setiap modelnya. Tidak disarankan mengganti busi diluar spesifikasi, karena tidak menjamin kinerja dari busi tersebut.

Baca Juga :  Rangkaian Harpelnas, Yamaha Jabar Gelar Yamaha Customer Day 2019

Karena itu, busi juga memiliki beragam fitur yang disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan masing-masing kendaraan. Jadi, anggapan bahwa semua busi itu sama ternyata tidak tepat.

Selalu gunakan Busi dari Yamaha Genuine Parts asli lebih baik. Untuk mengenal lebih lanjut mengenai Busi, berikut penjelasan jenis – jenis busi yang pada umumnya dipakai :
Busi Standard terbuat dari special nickel alloy pada bagian tengah dan elektroda groundnya. Karena hal ini, busi ini menghasilkan daya, menahan panas dan ketahanan yang tinggi. Elektroda tengahnya terbuat dari tembaga agar perpindahan panasnya yang lebih baik.

Busi Platinum menggunakan bahan platinum untuk elektroda tengah dan ground. Platinum dapat menahan keausan elektroda, meningkatkan durabilitas. Diameter Elektroda tengah lebih kecil dari yang type standar, artinya dapat meningkatkan percikan api.

Baca Juga :  Yamaha Mio dan Vixion Raih Indonesia Best Brand Award 2015

Comments

Komentar Disini