Mengenal Wisata Bencana Sesar Lembang Untuk Edukasi Siaga Bencana

0
308

Destinasi Bandung-Mengenal Wisata Bencana Sesar Lembang Untuk Edukasi Siaga Bencana. Geotour Indonesia dan Wanderlust Indonesia bekerjasama dengan U-Inspire Indonesia dan PPMB ITB melaksanakan #SesarLembangTrip atau aktivitas Geowisata ke Sesar Lembang yang dipandu oleh ahli Geologi dari LIPI (Mudrik Daryono) dan ahli Geowisata dari Geotour (Reza Permadi). Kegiatan ini mengunjungi beberapa destinasi yang memiliki kaitannya dengan Sesar Lembang, yaitu Gunung Batu di Lembang dan Kampung Seni Cilanguk.

Sesar Lembang adalah salah satu sesar aktif dari 295 sesar aktif yang berada di Indonesia, menurut Mudrik Daryono (2016) yang melakukan penelitian di Sesar Lembang, Sesar Lembang memanjang sejauh 29 Km mengarah Barat ke Timur dari Padalarang, Kab. Bandung Barat hingga daerah Batu Lonceng di Kab. Bandung dan memiliki pergeseran 2-3mm/tahun.

Kegiatan diawali dengan safety briefing dan diskusi singkat dari ahli geologi terkait Sesar Lembang di ROXO Café, adalah sebuah café yang tepat berada di bawah Gunung Batu. Usai briefing, peserta diajak trekking ke atas Gunung Batu dan belajar di alam terbuka, di kelas yang memiliki dinding Sesar Lembang dengan beratapkan langit biru. Di salah satu titik jalur trekking, terdapat papan ber-QR code yang apabila dipindai atau discan akan membawa kita ke website geotour yang berisi segala sesuatu mengenai Sesar Lembang yang disarikan dari disertasi Mudrik Daryono.

Selain informasi geologi, Sejarah Kegempaan Sesar Lembang juga ada di dalam Legenda Sangkuriang dan beberapa kearifan lokal yang ada, dari hasil diskusi di lapangan terdapat fakta-fakta baru yang berkaitan dengan fenomena Sesar Lembang :

Sangkuriang menebang pohon raksasa yang roboh kearah barat dengan suara keras. Cerita ini boleh jadi merupakan jalur sesar aktif dan kejadian gempa bumi yang mirip dengan kejadian pohon tumbang. Pernyataan raksasa dan suara keras menunjukkan bahwa kejadian getarannya besar lebih besar dari pohon tumbang pada umumnya.

Kemudian arah roboh ke barat, menunjukkan seakan-akan pohon raksasa khayalan tersebut berada melintang kearah barat-timur.

Posisi rebahnya pohon raksasa khayalan ini juga diceritakan rinci pada cerita kedua dan ketiga bahwa bagian tunggul/batang utama bawah berada di Bukit Tunggul dan bagian atasnya daun-ranting berada di Gunung Burangrang.

Lokasi pohon yang roboh ini sesuai dengan hasil pemetaan jalur sesar aktif yang melintang barat-timur, bagian timur berupa jalur sesar tunggal dan bagian barat adalah cabang-cabang sesar akibat pembelokan jalur Sesar Lembang.
Terbentuknya danau dalam satu malam, boleh jadi terkait dengan mekanisme kinematika Sesar Lembang bahwa terbentuknya danau-danau akibat pergerakan sesar yang menyebabkan juga pergeseran vertical. Pergeseran vertical ini yang menyebabkan terbendungnya sungai sehingga membentuk lima danau yang menyebar di sepanjang sisi atas/utara Sesar Lembang. Terbendungnya sungai-sungai sehingga menjadi beberapa danau dalam waktu satu malam sangat besar terjadi akibat retakan permukaan akibat gempa bumi.

Di daerah Batu Lonceng, terdapat sebuah lonceng yang mana lonceng itu berbunyi menandakan Sesar Lembang sedang bergerak. Selain belajar mengenai Sesar Lembang rute #SesarLembangTrip juga mengunjungi Kampung Seni Cilanguk yang merupakan Kampung studio sekaligus tempat tinggal 12 orang seniman terkenal di Bandung.

Upaya Mitigasi atau Hidup Harmoni dengan Sesar Lembang

Sesar Lembang adalah factor peristiwa alam yang seharusnya bisa di pelajari untuk Tata Ruang Wilayah di Jawa Barat. Di Amerika jarak 15 m dari jalur sesar aktif yang berarti 30 m lebar tidak boleh dibangun (California, 1990), sedangkan di New Zealand adalah 20 m dari jalur sesar aktif yang berarti 40 m lebar tidak boleh dibangun (McClymont, 2001). Untuk di Sesar Lembang, perlu dilakukan pemetaan jalur sesar aktif rinci, tetapi melihat dari karakteristiknya, jarak 30 m dari jalur sesar Lembang yang berarti 60 m lebar tidak boleh dibangun.

Kalaupun sudah terlanjur dibangun, baiknya bangunan tersebut tahan gempa.

Comments

Komentar Disini