Pasar Properti di Australia Saat Ini Cukup Ideal Bagi Para Investor Luar Negeri

0
61

Destinasi Bandung-Pasar Properti di Australia Saat Ini Cukup Ideal Bagi Para Investor Luar Negeri. Crown Goup salah satu perusahaan pengembang hunian swasta terbesar di Sydney Australia , memberikan informasi terkini perihal pasar property Australia.

Ada lonjakan kepercayaan dan aktivitas pembeli dalam 3 bulan terakhir , sebagai reaksi dari Pemilu, menurut survey terbaru dari ANZ / Dewan Properti Australia dan data harga hunian dari CoreLogic. Hal ini semakin didorong oleh keputusan terkini dari Australian Prudential Regulation Authority (APRA) yang melonggarkan pembatasan pinjaman untuk pembeli rumah dan yang terbaru adalah penurunan suku bunga.

Menanggapi situasi tersebut , Head of Sales Crown Indonesia , Reiza Arief mengatakan, bahwa ini adalah tanda-tanda positif yang menunjukkan pasar akan kembali kuat pada tahun 2020.

“Pasar properti Australia secara historis mengalami koreksi setiap 5 atau 6 tahun namun dengan fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan populasi yang sehat , pasar terus melambung dan statistik meningkat dari tahun ke tahun. Kawasan pinggiran kota selalu diminati dan sewa selalu kuat. Sebagai contoh , salah satu bangunan tempat tinggal paling ikonis di Sydney, Infinity by Crown Group , yang baru-baru ini telah selesai dibangun, hanya membutuhkan waktu 6 minggu saja untuk menyewakan 60 persen dari total unit yang tesedia. Ini menunjukkan bahwa selalu ada permintaan untuk tempat tinggal yang indah dan nyaman di kawasan pinggiran kota , seperti yang ditawarkan selama ini oleh Crown Group, dan kondisi pasar properti Australia saat ini menciptakan situasi yang cukup ideal bagi para investor luar negeri,”katanya kepada wartawan di Luxton Hotel Bandung, Selasa (10/9/2019).

Lebih lanjut Reiza mengatakan, tren pembelian properti warga Bandung di Australia meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Bahkan, pada periode 2017-2018 pembelian properti warga Bandung di Australia tumbuh hingga 100 persen per tahun.

“Kondisi ini menempatkan Bandung sebagai target pasar ketiga terbesar di Indonesia bagi Crown Group, setelah Jakarta dan Surabaya. Sejak tahun lalu Bandung secara mengejutkan berhasil menggeser posisi Medan,” ujarnya.

Menurut analisisnya, kondisi itu terjadi karena awareness warga Bandung untuk investasi di luar negeri terus meningkat. Kemungkinan lainnya adalah pengusaha Bandung mulai jenuh dengan investasi properti di pasar lokal.

“Mereka mulai mencari tujuan investasi di luar negeri. Pilihan mereka jatuh ke Australia karena nilai tukar mata uangnya yang lebih rendah dari Singapura dan pasar propertinya relatif stabil,” kata Reiza.

Selain itu, menurut dia, investasi properti di Autralia, khususnya apartemen, juga dinilai lebih menguntungkan dibandingkan pasar lokal. Ia mencontohkan, keterisian apartemen pada periode liburan di Jakarta yang hanya mencapai rata-rata 60 persen.

“Di Sydney, keterisiannya rata-rata mencapai 98 persen. Ini membuat investasi properti di Australia dinilai lebih menguntungkan oleh sejumlah investor,” ujar Rieza.

Selain itu, menurut dia, berdasarkan data aducation agent, saat ini terjadi peningkatan jumlah warga Bandung yang melanjutkan pendidikan di Australia. Umumnya mereka memilih melanjutkan pendidikan di Sydney dan Melbourne.

Kendati demikian, menurut dia, dilihat dari tujuannya, secara umum, masyarakat Indonesia, termasuk Bandung, membeli properti di Australia untuk tujuan investasi. Sisanya, untuk kebutuhan akomodasi selama menempuh pendidikan.

Comments

Komentar Disini