Peran Media Massa dalam Memberikan Informasi Seputar Covid-19

0
16
Ilustrasi Media TV Nasional

Destinasi Bandung- Peran Media Massa dalam Memberikan Informasi Seputar Covid-19. Di tengah situasi pandemic yang menyerang hampir seluruh dunia saat ini, media menjadi sesuatu yang memiliki peran krusial dalam penyebaran informasi yang akurat seputar Covid 19. Maka diperlukan penguatan peran media massa dalam situasi seperti ini. Media massa dituntut harus mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

Di samping itu, media massa juga perlu melakukan edukasi kepada publik terkait aspek-aspek Covid-19. Media massa harus lebih cermat dengan apa yang mereka sampaikan. Akan lebih baik jika seluruh jurnalis juga ptaktisi media mengerti tentang isu seputar Covid-19 ini. Sehingga, apa yang disampaikan oleh media tidak hanya bergantung dari apa yang disampaikan oleh narasumber. Lebih baik media mampu menciptakan konten berdasarkan hasil analisis mereka.

Selain berfungsi untuk memberikan informasi, pendidikan, dan hiburan, media juga dapat melakukan control sosial. Inilah yang dibutuhkan dari media dalam situasi seperti ini. Namun hal ini sulit dilakukan jika media telah kehilangan kepercayaan dari publik.

Seperti yang disampaikan Dr. Eni Maryani, Dra., M. Si, Ketua Pusdi Komunikasi Media dan Budaya Unpad dalam Webinar Komuniaksi seri 2 “Media: Bisakah Menjadi Solusi?” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadajran (Unpad) pada Jumat 1 Mei 2020.

Menurut Eni, media perlu membangun trust pada khalayak terkait dengan segala konten yang diberikan maupun framing berita tentang pandemic ini. Media juga harus mencoba memahami kepentingan atau kebutuhan publik terkait informasi seputar Covid-19 ini.

Selain itu, Dandi Supriadi, S.Sos., MA (SUT), Dosen Jurnalistik Fikom Unpad menjabarkan hal-hal yang menjadi tantangan media ditengah pandemic ini.

Selain meraih Kembali kepercayaan khalayak ditengah banyaknya hoax beredar, media massa juga harus mampu bersaing dengan kabar berantai di media sosial. Kesulitan menemukan narasumber juga keterbatasan ruang gerak akibat Work from Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga menjadi tantangan tersendiri bagi jurnalis saat meliput di lapangan.

Maka dari itu, dilihat dari perspektif media, perlu adanya strategi agar bisa bertahan ditengah pandemic Covid-19. Indiarto Priadi, GM Current Affairs TV ONE mengungkapkan bahwa siaran tidak boleh terganggu dan tetap dilaksanakan dengan melakukan beberapa penyesuaian. Namun, masalah-masalah baru justru muncul akibat penyesuaian yang dilakukan ini.

Penurunan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) untuk peliputan dan produksi siaran menjadi salah satu masalahnya. Hal ini berimbas kepada masalah lain yaitu, menurunnya ketelitian. Beban pekerjaan bertambah akibat jumlah SDM yang berkurang, sehingga menyebabkan masalah ketelitian pembuatan materi siaran menjadi terancam.

Selain itu, ketersediaan narasumber untuk menyampaikan pendapat menjadi berkurang. Hal ini juga tentu berpengaruh pada jumlah pemasang iklan yang berkurang secara signifikan dalam dua bulan terakhir.

Tidak dapat dipungkiri, dalam prakteknya media komerisal tentu membutuhkan iklan untuk menjamin keberlangsungan hidupnya.

Maka media wajib menyeimbangkan peran lembaga komersial dan media idealis. Media wajib memberi ruang kepada semua pihak yang kompeten agar pihak yang mampu memberi masukan tertampung.
Untuk menghadapi situasi ini, media perlu menyusun strategi konvergensi, kurasi, juga kolaborasi dalam pemberitaan Covid-19.

Ketika kovergensi sulit dilakukan saat ini, maka kurasi bisa menjadi jalan keluarnya. Kolaborasi hadir sebagai penguatan kerja kjurnalis.

Media komerisal kerap kali dituntut untuk menyajikan informasi tidak hanya dari ibu kota maupun pulau jawa. Namun, menurut Eni hal ini tidak mungkin terjadi. Karena kita harus menyadari bahwa system media memiliki keterebatasan. Mau tidak mau, system media komersial itu parallel dengan kepentingan politik dan kepemilikan.
Maka dari itu disinilah peran media publik juga media lokal harus berjalan dengan baik.

Tidak mungkin menyeimbangkan konten lokal dan nasional di media nasional karena wilayah kita yang sangat luas. Ada keterbatasan dari media komersial untuk memenuhi segala kebutuhan publik. Maka kita harus mendorong media publik dan lokal itu harus ada. Jika saja media publik dan lokal berjalan dengan baik, maka kita tidak akan kaget dengan situasi ini.

Menghadapi situasi seperti saat ini, literasi khalayak juga harus sangat kuat. Khalayak harus lebih paham menyeleksi isu berita dan lebih aktif mengkritik juga mendukung suatu berita..Maka, menghadapi pandemic Covid-19 ini yang harus kita lakukan adalah kolaborasi dengan berbagai pihak.

Comments

Komentar Disini