Perkuat Bisnis, Len Gandeng Sunseap Singapura

0
111
Len

Destinasi Bandung – PT Len Industri (Persero) BUMN yang bergerak di bidang Renewable Energy, mulai mengembangkan bisnis dan pasarnya dengan menandatangani Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement). Menggandeng Sunseap Enterprises Pte Ltd, salah satu perusahaan manufaktur modul surya dan penyedia sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya terkemuka di Singapura.

Perusahaan Joint Venture (JVC) ini telah diberi nama PT Len Sunseap Energy, berlokasi di Batamindo Park – Kepulauan Batam dengan kapasitas produksi sebesar 50MWp. Rencanaya, 40% dari hasil produksi akan diserap oleh PT Len dan Sunseap Enterprises selaku share holder, sedangkan 60% sisanya akan dipasarkan secara global.

Dengan nilai investasi USD 5 juta, kapasitas produksi 50 MWp hanya merupakan tahap awal karena akan dikembangkan menjadi 200 MWp pada tahap selanjutnya. Berdasarkan tujuan utama dengan target untuk mencapai pasar luar negeri, pemilihan lokasi menjadi sangat penting. Batam dipilih karena dianggap sangat ideal dengan pertimbangan kemudahan transportasi,fasilitas, regulasi dan dukungan kepadatan penduduk sebagai sumber daya manusia.

Pasar yang akan dibidik oleh JVC Len Sunseap ini adalah pasar – pasar PLTS ESDM, IPP PLTS ESDM/PLN, IPP PLTS Swasta, dan Ekspor regional Asia – Pasifik/Eropa. Pembentukan JVC Len Sunseap merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas bisnis di Solar Energy, upaya untuk masuk ke pasar Global dan sekaligus meningkatkan daya saing modul Dalam Negeri dari sisi harga dan kualitas, dengan metode skenario “start from the end and ending at the first stage”.

Banyak manfaat yang akan didapat oleh perusahaan dengan dibangunnya JVC Len Sunseap diantaranya adalah dapat memperkuat positioning Len sebagai pioneerbisnis renewable energy di Indonesia khususnya Solar Energy dan membuka peluang ekspor produk modul surya di kawasan regional ASEAN dan Asia Pasifik.Tuntutan pasar dalam negeri untuk standarisasi modul surya sesuai standar IEC dan sekaligus memenuhi syarat TKDN dapat meningkatkan awarenessdan penerimaan pasar di dalam negeri untuk menggunakan modul surya yang diproduksi oleh JVC.

Dukungan dari pemerintah Indonesia khususnya dirasa sangat menguntungkan bagi JVC diantaranya dengan adanya kebijakan Feed in Tariff (FiT) untuk IPP PLTS dan Solar Rooftop serta kewajiban TKDN modul surya.Selain itu adanya regulasi/kebijakan anti-dumping untuk modul surya China di negara-negaraEropa dan Amerika dapat memberikan kesempatan bagi Indonesia sebagai salah satu negara produsen modul surya untuk melakukan ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.

Comments

Komentar Disini