Pertama di Dunia, Advan i Lite Tablet dengan Face ID

0
70

Destinasi Bandung- Pertama di Dunia, Advan i Lite Tablet dengan Face ID. Advan i Lite, menjadi tablet pertama di dunia yang memiliki fitur Face ID. Fitur tersebut, memungkinkan pengguna membuka tablet hanya dalam 0,4 detik saja.
Fitur Face ID, dapat mengenali 200 titik algoritma wajah. Hal itu membuat tablet aman, cepat dibuka, dan hanya dapat dibuka oleh pengguna atau wajah yang didaftarkan.

Fitur tersebut biasanya ada di brand global, dan di produk premium. Sebagai penguasa tablet dan Top 3 smartphone di tanah air, Advan berkomitmen memberikan produk tersebut di seluruh lini produknya, bukan hanya di smartphone, tetapi di tablet pula. Hal itu, menjadikan Advan i Lite sebagai tablet pertama di dunia dengan fitur Face ID.
Biasanya, Face ID hanya ada di smartphone. Telefon pintar yang memiliki fitur tersebut pun lazimnya di kelas premium. Akan tetapi, Advan memberikan fitur tersebut pada tablet yang dibanderol Rp 899.000.

Teknologi hadir untuk dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh banyak orang. Kehadirannya pun bertujuan agar semua orang bisa mencoba atau memilikinya.
Inovasi yang dihadirkan Advan pada tablet terbarunya, kian mengokohkan dirinya sebagai penguasa pasar tablet di Indonesia dan Asia Pasifik. Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), Advan menguasai 60,8% pasar tablet di Indonesia dan Asia Pasifik .
Marketing Director Advan, Tjandra Lianto memberitahu mengapa pihaknya membekali tablet i Lite dengan fitur Face ID. Menurutnya, kini sudah sepaturnya peragkat mobile baik smartphone atau tablet memiliki fitur keamanan yang mumpuni.

Biasanya tembok keamanan dari perangkat mobile adalah PIN, Pattern, juga sensor sidik jari. Untuk di Advan i Lite, kita memberikan pilihan keamanan selain PIN dan Pattern, juga Face ID serta Advan Secure tentunya, ucapnya.
Alasan lainnya adalah, hingga kini belum ada tablet yang menggunakan fitur Face ID. Bahkan untuk produk keluaran brand global sekalipun.

Sebagai brand kebanggaan Indonesia, Advan berkomitmen untuk terus melahirkan produk unggukan untuk Indonesia. Sesuai dengan komitmennya, bahwa teknologi harus dapat dinikmati dan dimiliki manfaatnya oleh banyak orang.
Selain Face ID, tablet yang memiliki bentang layar 7 inci ini memiliki box speaker design. Desain klasik tersebut ditambah dengan hadirnya garis bercahaya di bagian belakang. Advan i Lite, hadir dengan dua pilihan warna, yakni hitam dan putih.

Sebagai tablet dengan layar 7 inci, Advan i Lite nyaman digenggam dan memberikan pengalaman menarik ketika menyaksikan video, termasuk untuk bermain game. Hal itu berkat sokongan processor 1.3 Ghz Quad Core dengan RAM 1 GB, ROM 8 GB, yang dapat ditambah dengan MicroSD hingga 32 GB.

Untuk urusan game, i Lite telah dibekali G-Sensor. Dengan demikian, sensor tersebut akan berguna ketika memainkan sejumlah game dan permainan AR (Augmented Reality).
Pada sektor kamera, i Lite memikiki kamera depan beresolusi 5 MP, dan kamera belakang 5 MP dengan LED Flash. Perangkat yang telah mendukung jaringan 4G LTE ini menjalankan sistem operasi Android 7.0 Nougat, dan IDOS (Indonesia Operating System) 7.2 yang dikembangkan Advan.

Tembok berlapis
Dengan adanya IDOS, menurut Tjandra tentunya Advan mengembangkan sejumlah teknologi, salah satunya Advan Secure. Advan Secure merupakan tembok keamanan berlapis yang diberikan untuk seluruh lini produk Advan, baik tablet maupun smartphone.

Perlindungan yang diberikan saat pre usage (sebelum dipakai), on susage (saat digunakan), dan off usage (ketika hilang atau tidak digunakan), ucapnya.
Untuk pre usage Advan i Lite memiliki Face ID. Fitur keamanan dengan mengenali wajah penggunanya atau yang didaftarkan.
Selanjutnya ketika digunakan. Super App Lock, fitur tersebut adalah membuka aplikasi dengan kunci unik. Ketika seseorang mencoba paksa masuk ke dalam perangkat atau salah membuka kunci, akan langsung ketahuan. Perangkat akan memfoto pelaku dan mengirimkannya ke email pemilik.

Ada tiga pilihan kunci pada fitur ini, yakni pin lock, pattern lock, dan gesture lock. Metoda kunci itu digunakan untuk membuka aplikasi, menyimpan percakapan, dan dokumen rahasia lainnya.
Gesture unlock. Pilihan kunci ini membebaskan pengguna untuk membuat kunci dengan bentuk gambar yang dikehendaki. Misal membuat kunci dengan gambar bintang, atau bentuk lainnya, ucapnya.
Terakhir off usage yakni Anti Theft. Menurut Tjandra, konsumen tidak perlu lagi khawatir. Ketika perangkat mobile hilang, kita dapat mencari posisinya, sekaligus mengetahui siapa pencurinya dengan cara memfoto suasana sekitar atau pelakunya. Kemudian, membuat panik yang mengambil dengan membunyikan alarm. Terakhir ini yang penting, menghapus data yang ada di perangkat mobile dari jarak jauh.

Ada enam pilihan dari fitur anti theft dan itu dapat diakses dari perangkat mobile, laptop atau PC Desktop. Pertama tracking. Fitur ini mampu melacak ketika smartphone hilang atau ke tangan orang lain dan nanti akan ada tampilan peta serta alamat. Cara melacaknya mudah, yakni tinggal mengakses di perangkat mobile atau PC Desktop. Nantinya, akan muncul informasi pada layar peta lokasi smartphone tersebut.

Kedua manual shoot. Fitur ini dapat mengambil foto atau gambar pencuri. Jadi, pemilik dapat mengetahui secara langsung siapa yang mengambil smartphone secara langsung.
Ketiga alarm finder. Fitur ini akan membuat perangkat mobile berbunyi seperti alarm. Bagi si pencuri tentu akan panik ketika mendengar suara keras. Fitur ini pun berguna saat pemilik lupa menaruh smartphone di mana.
Keempat ada lock mobile phone. Dengan cara ini, perangkat akan terkunci dan tidak dapat digunakan. Lalu destroy data. Fitur ini memungkinkan kita untuk menghapus seluruh data di smartphone dari jarak jauh. Maka, pencuri tidak akan dapat mengambil data yang ada di dalamnya, ucapnya, jelasnya.

Terakhir adalah send message. Pengguna dapat mengirimkan pesan kepada yang menemukan atau yang mengambil smartphone dalam bentuk pesan singkat.

Comments

Komentar Disini