Peserta NHI Tourism Forum Kunjungi Kampung Adat Cireundeu

0
70

Destinasi Bandung-Peserta NHI Tourism Forum Kunjungi Kampung Adat Cireundeu .Para peserta NHI Tourism Forum melakukan kunjungan lapangan ke kampung adat Cireundeu yang berlokasi di kelurahan Leuwi Gajah kecamatan Cimahi Selatan, Rabu (23/10/2019).

Para peserta NHI Tourism Forum yang terdiri dari para akademisi,profesional, pemerintah ,masyarakat dan media dalam industri pariwisata ini diterima langsung oleh sesepuh kampung adat Cirendeu.

Di kampung adat tersebut para peserta diberikan penjelasan mengenai sejarah terbentuknya kampung adat dan aktivitas warga setempat.

Seperti di ketahui warga kampung adat Cirendeu ini tidak memakan olahan nasi untuk makanan pokoknya ataupun tidak konsumsi makanan yang berbahan dasar beras sejak tahun 1918 hingga sekarang.

Masyarakat kampung adat Cirendeu makanan pokok sehari-hari untuk pengganti nasi yakni “Rasi”singkatan dari beras singkong. Untuk mendapatkan beras singkong (Rasi) yang berkualitas para warga melakukan berbagai seleksi dan ritual alam agar kualitasnya bagus.

Dalam kunjungannya setelah di berikan penjelasan mengenai sejarah kampung Adat Cirendeu, para peserta di ajak untuk melihat cara pengolahan berbagai macam kuliner yang terbuat dari singkong seperti awug, dendeng, cheesetik, kue semprong dan masih banyak lagi olahan singkong lainnya.

Selain itu para peserta juga diajak ke kebun singkong untuk melihat langsung cara menanam dan memanen singkong sebagai bahan baku utama warga setempat.

Setelah melihat cara memasak dari olahan singkong dan juga melihat kebun para peserta langsung mencoba Rasi lengkap dengan lauk pauknya.

Salah satu peserta yang juga pembicara dalam kegiatan NHI Tourism Forum Chef Widjiono Purnomo CEC CFBE mengatakan, kegiatan ini sangat positif karena dapat mempererat tali silaturahmi dan juga networking.

“Dari pertama acara hingga terakhir ini sangat worthid, kalau kita punya sesuatu tetapi tidak sebarkan itu sayang sekali, misalnya punya keahlian dalam hal kehumasan tetapi tidak di sharing kan sayang,” katanya.

Lebih lanjut Chef Yono sapaan akrabnya mengatakan, Kampung Adat Cirendeu ini salah satu tempat yang sangat bagus untuk ilmu pengetahuan, karena warganya hanya konsumsi singkong. Singkong ini kan sebetulnya sepele tetapi warga setempat bisa membuat produk-produk yang internasional masuk karena singkong, itu hebat banget.

“Contohnya buat kue semprong , cireng, dendeng sangat luar biasa , hanya dari kulit singkong persis banget seperti daging. Itulah maka saya bilang benar -benar terkejut ketika datang kesini,”katanya.

Makanya dengan adanya kunjungan lapangan ini menurut Chef Yono, dia bisa tahu ternyata singkong bisa di buat produk olahan yang sangat menarik dan bisa di terapkan di kampus.

NHI Tourism Forum diselenggarakan di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung pada tanggal 21-23 Oktober 2019 dan berikutnya akan diselenggarakan berkala dengan mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya.

Tahun ini bertemakan “Enhancing Innovation in Gastronamy for Millennials” dan dipresentasikan melalui 4 plenary pession oleh beberapa pakar, antara lain Ir Vita Datau MCM PMP; Prof Dr Mohd Salehuddin Mohd Zahari; Dr Dewi Turgarini SS MMPar; Ayu Nurwitasari SAp MMPar IRCA; Antonio Montecinos PhD; Chef Widjiono Purnomo CEC CFBE; Chef Malcolm Lee; dan Chef Dhimas Putra Pratama.

Adapun peserta NHI Tourism Forum merupakan para dosen, mahasiswa, professional chefs, para peneliti, dan sektor pariwisata lainnya. NHI Tourism Forum diharapkan dapat menjadi pelopor forum pariwisata berskala internasional yang dapat mewadahi dan mengupas isu maupun tren pariwisata.

Comments

Komentar Disini