Peternak Ayam Berduka Harga Ayam Anjlok Hingga Rp. 7.000 Perkg

0
1245

Destinasi Bandung-Peternak Ayam Berduka Harga Ayam Anjlok Hingga Rp. 7.000 Perkg. Peternak berduka, bencana nasional bukan hanya karena corona atau covid 19 saja. Tapi para peternak yakin nasib mereka dirusak oleh segelintir orang yang bermain harga secara nasional dan sangat menular.

Menular cepat seperti covid 19. Harga ayam rusak di wilayah perbatasan sejak 22 maret lalu makin hancur hingga sampai di beberapa daerah hanya Rp.7 ribu perkg

Ironisnya di pasar becek dan di supermarket harga masih Rp.30 ribu perkg dan tertinggi Rp. 35 ribu perkg. Beberapa wilayah seperti Bandung dan sekitarnya. Harga ayam malah naik ke Rp.36 ribu perkg dan telur menjadi mahal, Peternak menderita,Rakyat menderita.

Peternak berandai andai kalaulah mereka merugi harusnya masyarakat yang menikmati harga ayam murah. Bukan mafia mafia pasar yang beli murah dijual tinggi.

“Saya sedih melihat ini. Operasi pasar hanya omong kosong. Ditambah ketakutan corona. Pasar yang buka tutup membuat harga dimainkan. Di beberapa lokasi. Ayam masih berumur 3 sampai 10 hari dimusnahkan secara massal. Karena peternak sudah bingung kalau harga begini mau darimana beli pakan,” ujar Wasekjen DPP Pinsar dr Abbi Angkasa Perdana Darmaputra, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut Abbi mengatakan, para peternak hutangnya makin menggunung. Hal itu disebabkan wabah virus corona yang menyebabkan orang berdiam dirumah, yang berdampak ke kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga restoran tutup dan orang batal hajatan.

“Hati hati dengan integrator bermodal besar dan Perusahaan besar yang melantai di bursa. Apakah mereka yang bermain ? Dengan bakul bakul ayamnya ? Atau mafia pasar yang selalu aja ada rasa tega di setiap musibah. Karena Corona pasar sepi jadi kami beli harga ayam Rp.10 ribu perkg,”ujarnya.

Menurut Abbi Peternak pasrah meskipun ada permendag yang mengatur harga ayam, Aturan tinggal aturan, sementara Satgas pangan tinggal nama.

“Perlu ada langkah kongkrit dalam menyelesaikan harga ayam nasional dan rantai distribusinya. Rantai distribusi dengan disparitas harga yang tinggi akan menjadi tidak sehat untuk semua pihak. Jika industri ini hancur. Bagaimana nasib peternak ?,”pungkasnya.

Comments

Komentar Disini