Ray M dan Karen Idol Launching Album Next To The Past di Kwaku Festival 2019 Belanda

0
63

Destinasi Bandung- Ray M dan Karen Idol Launching Album Next To The Past di Kwaku Festival 2019 Belanda. Ray Martosono alias Ray-M yang merupakan musisi muda multi instrumentalis yang hingga sekarang masih memegang rekor MURI dalam memainkan alat musik terbanyak (18 alat musik) yang dipertontonkan di BTC Fashion Mall Bandung pada 5 Desember 2013 lalu, akan meluncurkan album baru bertajuk “Next To The Past” bersama Karen Pooroe, yang merupakan finalis Indonesia Idol dan juga keponakan dari penyanyi Lita Zen, di ajang Kwaku Festival 2019 di Amsterdam, Belanda, pada 27 Juli 2019 mendatang.

Ray-M mengatakan, album kali ini mengusung lagu-lagu Maluku yang akan dibawakan di festival yang bertepatan dengan acara hari Maluku di Belanda nanti.

“Proses pembuatan album yang dilakukan hanya kurang dari seminggu ini akhirnya selesai dan langsung diproduksi massal,” jelas Ray yang didampingi Karen pada wartawan saat digelar syukuran dan press conference “Ray-M Goes To Belanda” & Launching Album “Next To The Past” di Ray-Mate Community, Jalan Dr. Hatta, No. 6, Kota Bandung, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Ray, dia bersama Karen Pooroe memutuskan untuk membuat album live recording karena keterbatasan waktu. “Dalam album ini ada 6 track lagu yang kita mainkan. Diantaranya Pulau Kisar Yotowawa, Borero, Tanat Sus Beb, Soino, Sulie, Medley Nusaniwe, Lembe-Lembe dan Gepe-gepe,” paparnya.

Keberangkatan mereka ke Belanda bertujuan memperkenalkan budaya dan lagu-lagu asli dari daerah Maluku, Indonesia. Karena di Belanda banyak sekali masyarakat Maluku yang tinggal disana. “Kehadiran album ini diharapkan akan memenuhi kerinduan mereka terhadap tanah air Indonesia utamanya daerah Maluku,” ungkap Ray.

Ray menjelaskan, album ini diberi nama “Next to The Past” karena dia bersama Karen yakin bahwa kenangan tidak dapat hilang dan malah akan selalu kembali muncul di waktu-waktu berikutnya. Dan begitupun dengan lagu-lagu yang mengisi kenangan di kehidupan yang telah berlalu akan selalu menjadi kenangan yang akan mengisi di kehidupan selanjutnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada beberapa pihak dari Belanda yang telah bersedia mengundang saya dan Karen untuk bisa tampil di banyak acara selama di Belanda, salah satunya di acara Kwaku Festival 2019 tersebut,” katanya.

Ray pun menghimbau untuk para generasi muda untuk selalu mengingat dan menghormati para seniman musik atau musisi jaman dulu yang senantiasa menginspirasi khasanah kekayaan musik Indonesia dan dunia. “Selalu hargai karya-karya jenius dari pendahulu kita, karena kita tidak bisa seperti sekarang ini tanpa kehadiran mereka,” pungkasnya.

Comments

Komentar Disini