Sambut Ramadan, Noah Rilis Album Religi Sajadah Panjang

0
279
NoAh / Destinasi Bandung

Destinasi Bandung- Dalam rangka menyambut bulan Ramadan, tahun ini Grup band asal Bandung, Noah, melempar album dengan nuanaa religi. Group Bandung yang dahulu bernama Peterpan ini yang biasanya hadir dengan membawakan lagu-lagu bertema cinta, persahabatan, dan perselingkuhan, kali ini Noah membuat gebrakan baru dengan merilis single religi.

Grup band yang yang beranggotakan oleh Ariel (vokal), Uki (gitar), Lukman (gitar), dan David (keyboard) ini diketahui tengah memperisiapkan album terbaru yang berisi 9 lagu religi yang diaransemen ulang oleh band mereka. Salah satunya adalah lagu yang dibawakan oleh grup musik Bimbo, Sajadah Panjang.

“Lagu Sajadah Panjang ini mungkin akan sangat banyak yang menunggu karena kita juga selalu bawain lagu ini kalau lagi main di tv. Dan cd bajakannya juga banyak dimana-mana dan banyak demand nya. Jadi kenapa enggak sekalian kita rekam saja,” ujar Ariel.

Dalam mengaransemen ulang lagu milik grup band Bimbo, tentunya Ariel cs memiliki kesulitan tersendiri. Ariel mengaku warna dari lagu yang berbeda, serta tak inginnya ia untuk menghilangkan jati diri dari lagu tersebut, membuat Noah harus bekerja keras memberi sentuhan modern pada lagu lawas yang sangat populer pada masanya.

“Tentunya ada kesulitan tersendiri sih ya karena kita cobain dari tahun 60, 70, 80, 90 kita cobain buat mengaransemen memang yang paling susah itu yang lebih lawas. Warnanya tuh beda banget. Lumayan ada tantangannya ya, karena enggak mudah. Karena kita pinginnya lagu itu juga tidak kehilangan jati dirinya, tapi dikasih dengan suasana yang lebih modern, jangan merubah total juga,”katanya.

Pria yang sedang dekat dengan Sophia Latjuba ini mengaku jika ia dan bandnya tidak menjadikan lagu Sajadah Panjang sebagai strategi untuk membuat persaingan di dunia musik. Ia hanya menginginkan bahwa lagu yang ia aransemen ulang bisa didengar oleh orang-orang yang belum mengetahui lagu tersebut.

“Bukan untuk strategi persaingan musik Indonesia ya sebenarnya, tapi kalau kita bilang sih lebih kearah menghargai saja sih. Jadi kebetulan kita sudah pernah mengaransemen ulang tiga lagu jadi biar punya rumah yang pas gitu, disamping kita juga menghargai biar generasi sekarang juga tahu bahwa jaman dulu tuh ada karya bagus yang mereka mungkin belum sempat dengerin kalau enggak nyari banget. Jadi kita coba bawain,”pungkasnya.

Comments

Komentar Disini