Saung Angklung Udjo Gelar Rawayan West Java World Music Festival

0
106

Destinasi Bandung-Saung Angklung Udjo Gelar Rawayan West Java World Music Festival. Saung Angklung Udjo akan menggelar Rawayan West Java World Music Festival yakni kegiatan musik kolaboratif yang mengusung genre world music sebagai tema utama, digabungkan dengan atmosfer destinasi hijau nan asri sebagai salah satu citra dan magnet yang dimiliki oleh Bumi Parahyangan.

Acara ini akan di gelar pada hari Sabtu tanggal 21 September 2019 di Kebon Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung.

Di acara ini Anda bisa menikmati musik kolaboratif yang mengusung genre world musik dengan kolaborasi antara nuansa timur dan barat.

“World music sendiri dapat diartikan secara umum sebagai genre yang sifatnya kolaboratif, punya nuansa “Timur” dan “Barat” sekaligus. Selain itu, world music juga umumnya mengusung ide kelokalan, menampilkan gramatika musik rakyat (folk) yang ditampilkan di panggung modern, dalam format pertunjukan yang umum dan terbuka (tidak dalam konteks ritual atau tradisi). Musik dianalogikan sebagai lokomotif kereta api dan ekosistem pariwisata dianalogikan sebagai gerbong kereta api. Saung Angklung Udjo Sebagai etalase budaya Sunda pada kali ini akan mengadakan sebuah program aktivasi ekosistem pariwisata Jawa Barat berupa kegiatan kolaborasi dalam bentuk Festival Musik Dunia yang menawarkan atmosfir destinasi hijau nan asri sebagai salah satu citra dan magnet yang dimiliki oleh Bumi Parahyangan, yaitu dengan mengadakan “RAWAYAN WEST JAVA WORLD MUSIK FESTIVAL,”ujar Direktur Utama Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, menjembatani dan menghubungkan kearifan lokal yang ada di Jawa Barat khususnya budaya Sunda dengan dunia milenial dan dunia internasional adalah salah satu cara untuk mengembangkan ekosistem masyarakat dalam beberapa aspek.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam RAWAYAN ini kami bermaksud untuk mengharmonikan hubungan kearifan lokal dengan dunia internasional agar terciptanya berita baik kepada dunia dan perkembangan ekosistem masyarakat khususnya masyarakat disekitar
Kebon Udjo yang signifikan,”katanya.

Untuk acara tahun ini dipastikan ada yang berbeda dengan acara yang sebelumnya. Hal tersebut dikatakan Public Relations Saung Angklung Udjo, Robby Murfi, konsep yang diusung di festival kali ini memang berbeda.

“Tahun ini kami lebih fokus kepada kualitasnya dan tidak hanya mengandalkan musik saja tetapi mengambil isu lingkungan seperti bambu yang akan ditunjukan dengan seni instalasi,” ujar Robby.

Pengisi acara di festival musik ini juga cukup beragam diantaranya adalah Hannah Sanders & Ben Savage dari Inggris dan Yu Feng dari Taiwan.

Sementara itu sejumlah artis dari Jawa Barat seperti Samba Sunda, Babendjo, West Java Syndicate, Mary Jane, Sisca Guzheng Harp, Rasakarsa, Mirna, Ega Robot & Ethnic Percussion, Nissan Fortz, Orkes Keroncong Jempol Jenthik, Budi Dalton & Orokaya, Sujali, Crossroads, Kartun Project NJP.

Selain itu ada juga penampilan siswa-siswi sekolah, seperti Angklung SMA 14 dan Angklung SMA Sumatera 40.

Keramaian festival musik ini juga akan dimeriahkan dengan adanya pasar rakyat yang akan menghadirkan makanan dan minuman tradisional Jawa Barat kepada milenial dengan membantu petumbuhan ekonomi warga sekitar.

Saung Angklung Udjo yang berdiri sejak tahun 60-an, memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terhadap masa depan bangsa. Bersama dengan mitra, Saung Angklung Udjo berinisiatif untuk turut serta membangun citra Bumi Parahyangan sebagai destinasi pariwisata yang hijau dan asri serta memperkenalkan kehangatan masyarakat Jawa Barat melalui kebesaran filosofi dan nilai kearifan lokal yang terkandung pada seni budaya dan musik.

Sesuai dengan prinsip pendiri Saung Angklung Udjo “Keep the old one and create the new one” menjadi dasar bagi kami untuk melakukan kegiatan kolaborasi dalam bentuk Festival Musik Dunia. Pengharmonian antara seni budaya dan lingkungan sekitar diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dunia serta masa dapan bangsa.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi semua pihak tentang bagaimana kekuatan kearifan lokal ditampilkan dalam prinsip-prinsip pengelolaan yang professional serta dapat terukur di mata dunia internasional,”pungkasnya.

Comments

Komentar Disini