Taman Satwa Cikembulan Garut Masuk Masa Kritis Hanya Bisa Bertahan Satu Bulan

0
2644

Destinasi Bandung- Taman Satwa Cikembulan Garut Masuk Masa Kritis Hanya Bisa Bertahan Satu Bulan. Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut masuk masa SOS. Hal ini terjadi setelah ditutup sejak awal maret 2020.

Taman Satwa Cikembulan Garut / istimewa
Menurut Rudy Arifin, Manager Operasional Lembaga Konservasi tersebut, praktis selama penutupan mereka tidak ada pemasukan.

“Kami hanya mengandalkan tabungan yang ada, itu pun tidak banyak”, ujar Rudy.

Bila pandemi covid 19 ini terus berlangsung panjang, dipastikan banyak satwa di LK tersebut terbengkalai pakannnya. Kecuali bila ada perhatian dan bantuan dari pemerintah atau pihak-pihak lainnya.

Taman Satwa Cikembulan Garut / istimewa
“Kami sudah sejak awal Maret tidak menerima pengunjung lagi”, kata Rudy
LK dengan luas 5 hektar ini memiliki satwa yang berjumlah 435 ekor.
Satwa-satwa tersebut termasuk dalam jenis-jenis mamalia, aves dan reptil.

Seperti diketahui di LK ini memiliki Macan Tutul berjumlah 5 ekor, Harimau Sumatera 1 ekor, Orang Utan 6 ekor, Beruang Madu 1 ekor juga Singa Afrika 8 ekor serta jenis-jenis yang lainnya.

Untuk makan macan tutul saja manajemen harus ngorek kocek dalam dalam sebesar 20 juta/bulan karena harus membeli pakan berupa daging untuk makan mereka.

Dalam kondisi tutup seperti sekarang artinya tabungan yang ada selama ini harus dikuras.

“Kami coba bertahan sebisa mungkin, tapi bila pandemi covid 19 ini berlangsung hingga lama, kami sudah tidak sanggup bertahan”, lanjut Rudy. Karena pengeluaran perbulannya mencapai 220jt per bulan.

Taman Satwa Cikembulan Garut / istimewa
Padahal manajemen sudah melakukan perumahan karyawan untuk mengurangi beban gaji yang selama ini dibayarkan per bulannya.

Menurut Rudy, dalam kondisi normal mereka memiliki karyawan sejumlah 30 orang. Saat ini kami hanya mempekerjakan karyawan sekitar 15 orang. Karyawan tersebut harus tetap masuk karena harus menjaga keberlangsungan kesejahteraan satwa yang tetap harus dirawat dan diberi pakan.

Saat ini Cikembulan memiliki koleksi satwa sebanyak 435 ekor. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, karena satwa dilindungi yang ada di kami adalah milik Pemerintah”, ujar Rudy.

Selama situasi normal, kami tidak pernah mengeluh mengenai biaya operasional untuk satwa, namun kasus Covid 19 ini benar-benar membuat kami berpikir dan bekerja keras untuk bertahan.

Namun bila kasus covid 19 ini masih lama, kami benar- benar menyerah dan tidak sanggup bertahan lagi mengelola satwa negara. Prediksi kami kami hanya dapat bertahan sampai bulan juni 2020.

Harapan kami, kasus covid 19 ini cepat berakhir dan kami bisa beraktivitas lagi seperti biasa.

Sebelumnya, Ketua umum PKBSI, Rahmat Shah mengungkapkan sebanyak 92,11% anggotanya bisa bertahan 1 bulanan. Taman Satwa Cikeumbulan adalah salah satunya.

Comments

Komentar Disini