Ternyata Ini Kunci Sukses Bisnis Warunk Up Normal

0
343
Founder Warunk Up Normal Kharisma Akbar / Destinasi Bandung

Destinasi Bandung-Ternyata Ini Kunci Sukses Bisnis Warunk Up Normal . Anak jaman sekarang pasti lebih senang nongkrong di Warunk Upnormal, Nasi goreng Mafia dan Bakso Boedjangan. Meskipun menu utamanya hanya mie instan, nasi goreng dan bakso tetapi gerai tersebut tidak pernah sepi pengunjung terutama anak- anak sekolah dan para keluarga muda.

Menurut salah satu founder PT. Cita Rasa Prima Kharisma Akbar, yang menaungi brand Warunk Up Normal, Nasi Goreng Mafia, Bakso Boedjangan, Sambal Karmila, Up Normal Coffee roaster dan Fish Wow Cheese saat membagikan kisah sukses bisnisnya kepada para chef dan f& b Hotel Horison group, yakni harus konsisten dan terus berinovasi.

Awalnya Tahun 2013 Kharisma di ajak temannya untuk jualan nasi goreng di daerah Dipati Ukur Bandung dengan nama nasi goreng Mafia.

“Pertama kali buka, pelanggannya hanya 7 orang yang makan di nasi goreng mafia. Saya yang kerjakan semua mulai dari belanja dan masak. Buka jam 9 pagi,baru pulang jam 2 subuh, saya tidur hanya 2 jam. Setelah ramai banyak yang mendaftar untuk menjadi chef, karena belum bisa menggaji chef profesional, akhirnya kita merekrut tukang nasi goreng pinggir jalan,”katanya sambil tersenyum mengingatnya.

Merasa tidak puas dan ingin mengembangkan usaha yang lainnya, akhirnya dia dan rekannya pada tahun 2014 membuat warunk up normal dengan menjual menu utamanya adalah mie instan.

Kharisma terinspirasi dari ramainya warung mie instan dan pisang bakar Madtari dalam satu hari kalo weekend dikunjungi 1000 orang.

“Mereka setiap weekend, seharinya bisa mencapai 1.000 pengunjung. Akhirnya kita pun buat dengan menjual mie instan, roti bakar dan susu di Jalan Suci,” ujar Kharisma belum lama ini.

“Tetapi kita bikin harus lebih bagus, lebih bersih dan lebih nyaman. Kebetulan temen ada yang hobi masak bikin saus di mix seperti saus up normal,”ujarnya.

Tentu tidak langsung laris manis. Omzet pertamanya waktu itu hanya Rp 70.000 saja dalam satu hari. Hingga terus bertahan tiga bulan, laba tidak kurang dari Rp 500.000. Akhirnya dia dan teman-temannya memutar otak. Mereka pun pindah ke Jalan Cihampelas. Gerai yang kecil tersebut pada akhirnya menjadi titik sukses Warunk Upnormal.

“Dulu dapur untuk membuat mie, masak air, bikin roti bakar ya di situ aja, kecil,” kenang General Manager Operasional Support tersebut.

Untuk menarik konsumen, Warunk Upnormal membuat promosi dengan memberikan gratis 1.000 mangkok mie. Tidak disangka para pengunjungpun langsung datang ke warungnya tersebut. Bahkan parkiran pun sudah tidak memadai. Di saat Warunk Upnormal sudah ramai pengunjung, mereka membeli tempat sebelah yang kurang dari beberapa meter saja sebagai cabang Warunk Upnormal kedua. Tentu gerainya lebih besar.

Kharisma belajar dari manajemen McDonalds. Katanya McD itu memiliki segmentasi dari anak-anak hingga orang tua usia 40 tahun ke atas. Dari situlah, dia pun mengembangkan gerai lainnya supaya bisa menjangkau seluruh elemen pasar.

“Kita ada Fish Wow Cheese yang menyasar anak-anak dan Sambal Karmila untuk orang dewasa. Warunk Upnormal tentu untuk anak muda, Up Normal Coffee Roaster untuk segmen premium, dan Bakso Boedjangan untuk keluarga,” katanya.

Kharisma pun memberi nasihat bisnis mengapa PT Cita Rasa Prima memiliki cabang yang begitu banyak. Sebab ada inovasi dan konsisten.

“Kita pun riset untuk membuka Sambal Karmila saja 1,5 tahun. Karena soal rasa enak itu harus bisa diterima semua orang,” ucapnya.

Kharisma menambahkan , buatlah range target bisnis, Mc D itu bikin target market mulai dari usia anak-anak sampai dewasa.

“Sebagai contoh, pengunjung warunk Up Normal yang sekarang, nanti 5 tahun yang akan datang belum tentu makan di Up normal lagi, karena Warunk Up Normal segmentasinya untuk anak muda dan sekolah. Oleh karena itu kita buat tingkatan yang umurnya agak diatas atau dewasa seperti sambal karmila,sehingga semua target market bisa di capai. Kalau mau bikin bisnis harus menyasar ke semua segmen,”tegasnya.

Comments

Komentar Disini