Ternyata Pidi Baiq Pernah Jadi Anggota Geng Motor XTC

0
648
Penulis Novel Dilan 1990 Pidi Baiq / Destinasi Bandung

Destinasi Bandung- Ternyata Pidi Baiq Pernah Jadi Anggota Geng Motor XTC. Demam film Dilan 1990 masih sangat terasa efeknya. Hingga hari ke-43 pemutaran Dilan 1990, film yang di adaptasi dari novel karya Ayah Pidi Baiq besutan sutradara Fajar Bustomi telah menembus angka 6,2 juta penonton. Film yang di perankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanessa Prescilla tersebut masih bertengger diposisi teratas sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak, yakni 6.243.703.

Ternyata di balik kesuksesan film ini, sang penulis novel Dilan Ayah Pidi Baiq dahulu memiliki kedekatan dengan beberapa geng motor asal Kota Bandung. Apalagi, novel Dilan sendiri bercerita mengenai kisah cinta remaja SMA anggota geng motor.

Namun, kini geng motor asal Bandung seperti XTC, Brigez, Moonraker hingga GBR telah berbenah dan bertransformasi menjadi bagian dari masyarakat urban kota yang memiliki daya fungsi serta tujuan sosial mulia.

Dan Pidi Baiq sendiri merupakan anggota dari salah satu geng motor tersohor di Bandung ketika masih duduk di bangku SMA silam. Hal tersebut diakui Pidi saat peluncuran prangko seri Dilan di Graha Pos Indonesia, Kota Bandung pada Selasa (6/3/2018).

“Saya di geng motor XTC waktu zaman SMA. Tapi saya tidak pernah merasa bangga lagi di XTC karena sekarang sudah kalah dengan ITC (Internasional Trade Center) dan BTC (Bandung Trade Center),” ujar Pidi dengan candaan yang khas tersebut.

Menurut Pidi bedanya geng motor tahun 1990 an dengan geng motor sekarang yakni bahwa dulu aktivitas geng motor tidak pernah menganggu masyarakat umum. Tentu hal tersebut kembali terulang hari ini ketika beberapa geng motor kompak membangun masyarakat dengan kegiatan bersifat keagamaan dan kreativitas bakat.

“Bandung memang dibesarkan oleh geng motor. Senakal-nakalnya anak geng motor pasti pernah salat saat ujian tes agama di sekolah,” ujar Pidi tertawa.

Oleh karena itu tidak heran jika kemudian Pidi memiliki tujuan hidup yakni untuk selalu menunaikan ibadah salat Jumat berjamaah di setiap menjelang akhir pekan.

“Senin sampai Kamis itu persiapan untuk salat Jumat. Sabtu dan Minggu itu evaluasi. Kalau salat Jumat, saya rajin karena berada paling depan sampai diusir imam,” pungkasnya.

Comments

Komentar Disini