TikTok Kampanyekan Berkreasi dengan Aman dan Nyaman di Era 4.0

0
32

Destinasi Bandung-TikTok Kampanyekan Berkreasi dengan Aman dan Nyaman di Era 4.0. TikTok bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Parahyangan Bandung (UNPAR) untuk mengajak mahasiswa atau generasi muda turut melakukan gerakan perubahan melalui platform digital, serta mengembangkan keselamatan digital dalam berkreasi di media sosial. TikTok merupakan platform video singkat yang melengkapi aplikasinya dengan serangkaian fitur keselamatan serta panduan komunitas demi menjaga lingkungan yang aman dan nyaman. #SamaSamaBelajar merupakan serangkaian dari kampanye #SamaSama yang dijalankan Tiktok untuk mempromosikan keberagaman konten di aplikasinya, salah satunya konten-konten yang bisa mendorong perubahan sosial bagi mahasiswa ke hal yang positif.

Usai peresmian Talkshow #SamaSamaBelajar, TikTok mengundang rekan media untuk Diskusi Bersama mengenai Cara Berkreasi di Dunia Digital, di Internet dengan format-format kreatif tapi tetap aman dan nyaman untuk sesama pengguna internet lainnya. Diskusi kali iini dihadiri oleh tiga pembicara, yaitu: Donny Eryastha selaku Head of Public Policy TikTok Indonesia, Agi Purwa selaku Kepala Jabar Digital Service, dan Pieter Gunawan selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Parahyangan.
Dengan dipayungi TikTok for Good, TikTok gencar melakukan promosi bahwa TikTok bisa melakukan banyak hal positif. Melalui audio visual pendek TikTok bisa digunakan untuk media promosi seperti promosi wisata dan promosi warisan dunia, sebagai media kampanye seperti kampanye lingkungan, bahkan sebagai media mengajar.

“Dari saya sebenarnya sih itu saja intinya, program #SamaSamaBelajar dimana kami ingin memperkenalkan kepada rekan-rekan mahasiswa bagaimana menggunakan internet untuk mendorong perubahan sosial, hal-hal yang positif, dan juga bagaimana bisa aman dan nyaman pada saat menggunakan internet. Sesudah dari Bandung kami akan ke beberapa kota lainnya di Indonesia dan mudah-mudahan program ini bisa terus berkembang dan semakin diterima oleh masyarakat,” jelas Donny.

“Melihat fakta dilapangan bahwa dimana hoax cukup tinggi dan diperparah dengan 65% masayarakat mudah untuk terpapar berita-berita disosial media, kurang memfiltering. Dengan alasan itulah kami di Pemprov Jabar yang di inisiasi dari Kang Emil, ada unit khusus juga yang bernama Jabar Saber Hoax. Diharapkan degan keberadaan unit ini masyarakat lebih teredukasi, dan masyarakat pun juga bisa melaporkan berita-berita yang perlu dikonfirmasi,” jelas Agi Purwa.
TikTok memiliki 3 elemen utama. Pertama fitur, untuk melindungi pengguna seperti: pengaturan privasi, memfilter komen, bahkan sesama pengguna hanya bisa melakukan direct message dalam bentuk teks saja tidak bisa mengirim foto dan video. Kedua, dari Kebijakan TikTok. Panduan Komunitas menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di TikTok. Ketiga, dari sisi edukasi seperti yang dilakukan pada hari Kamis (20/02/2020) di Universitas Parahyangan . (Wina Nelfita, Siti Marjani Gusti)

Comments

Komentar Disini