Wisatawan Malaysia dan Singapura Terbanyak Kunjungi Jawa Barat

0
268
Bandara Husin Sastranegara Bandung / Destinasi Bandung

Destinasi Bandung-Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mendata kedatangan (Wisman) wisatawan mancanegara melalui Bandara Husein Sastranegara pada Februari 2016 hanya sebanyak 8.402 orang. Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 23,37 persen dibandingkan Januari 2016 yang tercatat sebanyak 10.964 orang.

”Wisman terbanyak yang datang ke Jawa Barat berkebangsaan Malaysia dan Singapura. Pada Februari 2016, wisman berkebangsaan Malaysia yang datang melalui Bandara Husein Sastranegara sebanyak 5.758 orang. Jumlah ini turun dibandingkan Januari 2016 lalu yang mencapai hanya 7.888 orang atau turun sebesar 27,00 persen,” ujar Kepala BPS Jabar, Vachdi Ruswana kepada wartawan Destinasi Bandung, Jum’at (01/04/2016).

Secara total jumlah wisman yang berkunjung ke Jawa Barat pada Februari 2016 sebanyak 8.497 orang mengalami penurunan 23,07 persen dibandingkan Januari 2016 yang tercatat mencapai 11.045 orang.

Selain wisman asal Malaysia dan Singapura, wisman berkewarganegaraan Philipina, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Saudi Arabia dan Lainnya juga mengalami penurunan. Sementara itu jumlah wisman berkewarganegaraan India, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Jerman, dan Perancis mengalami peningkatan dibandingkan pada bulan sebelumnya.

Menurutnya, data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang diperoleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar selama ini hanya mengandalkan data dari Bandara Husein dan Pelabuhan Cirebon. Data itu bisa diperbaiki dengan penambahan data dari pihak lain seperti perhotelan dan juga biro perjalanan.

”Kunjungan wisman tahun lalu mencapai 855 ribu orang. Tahun 2016 Jabar menargetkan 1 juta, saya kira bisa tercapai,” ungkap Vachdi.
Dia menambahkan, memang data kedatangan lewat jalur darat lainnya seperti jalan tol dari jakarta atau kereta api belum dilakukan. Namun demikian hal itu bisa mendukung keberadaan penambahan data kunjungan ke destinasi wisata.”Tentunya harus ada kerjasama dengan semua pihak untuk memberikan data yang benar. Seperti dari pengusaha hotel untuk dimintai keterangan data nya,” tuturnya.

Comments

Komentar Disini