Yupi Mengajak Waspada Narkoba Untuk Anak- anak & remaja Indonesia

0
107
YUPI

Destinasi BandungYupi Mengajak Waspada Narkoba Untuk Anak- anak & remaja Indonesia. Yupi, perusahaan permen gummy di Indonesia, turut prihatin dengan semakin meningkatnya pengguna narkoba dikalangan anak-anak dan remaja saat ini. Bedasarkan data yang didapat dari “Badan Narkotika Nasional” (BNN) sebanyak 33% pengguna narkoba merupakan kalangan pelajar dan mahasiswa di akhir tahun 2014 lalu.

Seiring dengan ketidak-tahuan anak-anak dan pencarian jati diri dikalangan para remaja, membuat mereka ingin mencoba akan hal-hal baru yang dapat membuat mereka terjebak dalam keputusan yang salah. Dengan demikian, mereka mudah sekali terbawa arus dan mudah dipengaruhi oleh tekanan-tekanan yang ada di lingkungan sekitar mereka.

“Di Yupi, kami memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap tumbuh kembang anak-anak dan remaja Indonesia,”ujar Marketing Manager, PT Yupi Indo Jelly Gum, PT Yupi Indo Jelly Gum. M.Cahrles Foo.

Kampanye Yupi Stop! Narkoba ini diselenggarakan, karena kepedulian Yupi terhadap peningkatan pengguna narkoba yang cukup tinggi di kalangan generasi muda Indonesia. Anak-anak dan remaja Indonesia berhak untuk memiliki masa depan yang cerah, bahagia, cerdas, kreatif dan sehat dan mereka harus berani jadi diri sendiri untuk katakan Stop! Narkoba. Hal ini sesuai dengan brand DNA yang Yupi miliki, yakni fun, happy, smart, creative dan healthy.

Penyalah-gunaan narkoba pada anak-anak dan remaja merupakan salah satu dari bentuk kekerasan yang harus kita berantas. Karena itu, perlu peran aktif masyarakat, tidak hanya pemerintah dan aparat, untuk dapat memberantas (kata lain: Stop!) narkoba karena dapat membuahkan generasi muda yang hancur, tidak stabil dan bodoh.

“Masa anak-anak dan remaja merupakan masa-masa yang paling kritis, karena pada masa inilah emosional mereka mudah berubah-ubah dan sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar mereka. Sangatlah penting bagi setiap orang tua untuk membimbing dan menjadi sahabat untuk anak-anaknya sehingga para orang tua dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan anak-anaknya pada masa kritis ini,” kata Samanta Ananta, seorang psikolog anak-anak dan remaja.

Edukasi mengenai hal-hal yang negatif sebaiknya di mulai dari usia dini. Tekanan-tekanan yang timbul dari teman-teman di masa-masa ini harus dapat dijelaskan dengan baik kepada anak-anak dan remaja. Memilih untuk tidak menjadi bagian dari teman-teman yang menggunakan narkoba bukan berarti menjadi seorang pengecut, tapi justru menunjukkan jati diri sebenarnya.

Menurut Igor H.Sitompul, seorang aktivis anti narkoba, “Sebagai seorang ak tivis anti narkoba, saya dulu juga pernah menjadi pecandu narkoba. Namun, berkat dukungan dari orang-tua dan keluarga, saya bisa sembuh. Pengaruh buruk dari teman-teman di masa remaja saat mengajak saya untuk ikut menggunakan narkoba telah memberikan dampak buruk dan pengalaman yang sangat berharga dalam hidup saya,” kenang Igor.

“Masa-masa remaja merupakan masa penentuan, karena pada masa ini mereka harus memilih atau menentukan masa depan mereka akan seperti apa,” tambah Igor lebih lanjut

“Maka dari itu bimbingan dan dukungan dari keluarga, lingkungan atau aktivitas yang positif, serta edukasi yang benar terhadap dampak dari narkoba sangat dibutuhkan oleh para remaja, sehingga mereka dapat dengan berani mengambil keputusan untuk memilih masa depan mereka dengan menjadi diri sendiri tanpa menjadi orang lain,” tegas Igor.

Kampanye Yupi Stop! Narkoba merupakan program yang sangat baik dilakukan oleh perusahaan sekaliber Yupi.

“Kepedulian Yupi pada generasi muda Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan ingin menyuarakan bahaya penyalah-gunaan narkoba dan waktunya generasi muda untuk menyatukan barisan dan bersama-sama berperang dan mengatakan Stop! Narkoba,”pungkasnya.

Comments

Komentar Disini