Mahasiswa MBA ITB Kaji Kelayakan Valuasi Bisnis Sarang Burung Walet di Berau

Dikutip dari keterangan Menteri Perdagangan Indonesia, M. Lutfi mengatakan terdapat satu komoditas pertanian Indonesia yang berpotensi menjadi harta karun perekonomian bangsa, yaitu Sarang Burung Walet.

Jika mengacu pada data Kementerian Perdagangan RI Indonesia, pendapat tersebut dirasa tidaklah berlebihan. Menurut data tersebut, Indonesia berkontribusi 80% dari volume ekspor sarang burung wallet dunia.

Hal tersebut memantapkan posisi Indonesia sebagai eksportir terbesar sarang wallet di dunia. Sarang wallet juga menjadi salah satu komoditas yang bisa dirasakan peningkatannya di tengah COVID-19 di Indonesia.

Menurut IQFAST Badan Karantina pertanian (Barantam), jumlah ekspor sarang wallet juga telah meningkat di tahun 2020 dari 2019. Pada 2020, terjadi peningkatan 2,13% dari tahun sebelumnya yang bernilai 28,3 triliun rupiah.

Baca Juga :  Lewat Teras Hijau Project, Anak-anak Perkotaan Belajar Menanam Sayuran

Dalam laporan proyek akhirnya, Arif menyampaikan bahwa banyak orang memandang sarang wallet sebagai ‘superfood’ atau ‘Caviar of the East’ karena manfaat kesehatannya. Sarang wallet dipercayai sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, kemampuannya untuk mencegah peradangan, menurunkan kadar kolesterol, dan meningkat antioksidan tubuh.