‘Disabisa’ Website Belajar Public Speaking dari Unpad bagi Difabel

Disabisa' Website Belajar Public Speaking dari Unpad bagi Difabel

DESTINASI BANDUNG-‘Disabisa’ Website Belajar Public Speaking dari Unpad bagi Difabel

Berbicara di depan umum bisa sangat menantang bagi orang-orang normal, apalagi bagi penyandang disabilitas. Namun demikian, kemampuan public speaking dapat membuat penyandang disabilitas memiliki kelebihan yang dapat meningkatkan derajat hidup mereka, baik secara social maupun ekonomi.

Ada contoh-contoh pembicara dan motivator andal yang dengan kemampuan public speakingnya telah mampu melampaui disabilitas mereka dan menjadi pembicara yang sukses (Botella et al., 2010).

Mereka diantaranya adalah Drew Hunthaussen, seorang tuna netra yang semboyan hidupnya no excuses blind guy (Carroll College, 2019; Hunthaussen, 2018), ada juga Steve Cunningham yang dengan kemampuan public speakingnya banyak memberikan pelatihan motivasi (Speakerscorner.com, 2019).

Untuk penyandang tuna daksa yang berhasil menjadi motivator andal dengan kemampuan public speakingnya tentu saja adalah Nick Vujicic (Gramedia.com, 2019).

Selain itu, pembicara-pembicara terkemuka lainnya yang merupakan orang berkebutuhan khusus adalah Robbert Pio Hajjar yang merupakan penyandang down syndrome, Mark Elliot yang menderita Tourette syndrome, Temple Grandin yang menyandang autis, Mike Bernson seorang tuna daksa, dan Michael Bortolotto yang menderita cerebral palsy (Friendshipcircle.com, 2018).