Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Naik Tiga kali lipat pada 2025

Aktivitas masyarakat yang dibatasi selama pandemi mengakibatkan digitalisasi menjadi suatu keharusan bagi perusahaan untuk tetap bertahan. Suhaiza mengungkapkan, di Malaysia, Covid-19 berhasil mengubah pola pikir korporasi ke arah digitalisasi yang sebelumnya gagal. Teknologi digital memungkinkan konektivitas yang lebih baik dan sebagai alat untuk memungkinkan cara kerja baru.

“Perusahaan meningkatkan teknologi dan sistem mereka dan memastikan karyawan dapat terhubung,” ucap Suhaiza.

Dia mengungkapkan, ada beberapa tantangan pasca pandemi yang dihadapi perusahaan yaitu, model bisnis baru, perubahan teknologi, perubahan ekspektasi pelanggan, dan masalah keberlanjutan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mereorganisasi proses bisnis, melakukan penghematan biaya, melakukan diversifikasi bisnis, dan menerapkan konsep keberlanjutan.

Eric Van Heck dari Erasmus University Rotterdam, menyarankan Indonesia untuk mengedukasi pengusaha dan mahasiswa melalui program riset dan program magister tentang ekonomi digital. Lebih lanjut, dia juga menekankan bahwa Indonesia perlu untuk mengembangkan ekonomi sirkular yang tidak hanya membawa manfaat bagi perekonomian tetapi juga masyarakat dan lingkungan.

Diskusi panel ini dimoderatori oleh N. Nurlaela Arief, dari Sekolah Tinggi Bisnis dan Manajemen (SBM)-ITB. Diskusi ini ditutup dengan sesi tanya jawab.