Inilah 5 Tempat Ibadah Tertua dan Bersejarah di Kota Bandung, Salah Satunya Masjid Mungsolkanas

Bangunan bergaya klasik modern ini dirancang oleh arsitek Ir CP Wolff Schoemaker yang juga merancang Gereja Katedral Santo Petrus.

Merunut sejarahnya, Gereja Bethel bercikal bakal dari rumah ibadat sederhana yang dibangun akhir 1800-an.

Pemberitaan Injil di wilayah Priangan dimulai pada 1856 dengan pendirian rumah ibadat di pusat-pusat keresidenan. Pendeta pertama yang ditugaskan di Bandung adalah Ds FJN Brouwer (1885-1886).

Nama Bethel baru dipakai tahun 1964. Nama yang merujuk pada Kitab Kejadian ini bermakna rumah Tuhan atau pintu gerbang surga.

Inilah 5 Tempat Ibadah Tertua dan Bersejarah di Kota Bandung
4. Vihara Satya Budhi

Kelenteng atau Vihara Satya Budhi terletak di Jalan Kelenteng Bandung. Satya Budhi merupakan kelenteng tertua di kota Bandung.

Diresmikan pada 1855 dengan nama Hiap Thian Kong yang berarti Istana Para Dewa.

Pada 1965, penggunaan nama Tionghoa dilarang di Indonesia karena itulah Hiap Thian Kong berubah nama menjadi Vihara Satya Budhi.

Selain itu penggunaan kata kelenteng diubah menjadi vihara kebijakan pemerintah saat itu tidak mengakui agama Konghucu.
Namun sekarang, Vihara Satya Budhi menjadi tempat ibadat tiga agama, yaitu Tao, Konghucu, dan Buddha.