Pemkot Bandung Pastikan Pelayanan Pasien COVID-19 Tidak Membedakan Domisili

Pemkot Bandung Pastikan Pelayanan Pasien COVID-19 Tidak Membedakan Domisili

DESTINASI BANDUNG- Pemkot Bandung Pastikan Pelayanan Pasien COVID-19 Tidak Membedakan Domisili. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memberikan pelayanan maksimal bagi pasien terinfeksi Covid-19. Untuk urusan rumah sakit, Pemkot Bandung tak membedakan identitas pasien.

Meskipun hal itu membuat Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Kota Bandung selalu tinggi.

“Kalau ada pertanyaan kenapa BOR selalu tinggi? Ya itu persoalannya. Karena banyak orang yang mengakses pelayanan kesehatan yang ada di Bandung, semuanya RS rujukan. Itu berdampak, karena indikator yang menjadi perhitungan, BOR termasuk kematian,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, di Jalan Arjuna Kota Bandung, Rabu 21 Juli 2021.

Baca Juga :  Masker dan Vaksin Sama Pentingnya dalam melawan Covid-19

Ema mengungkapkan, apabila rumah sakit di Kota Bandung hanya menangani warga Kota Bandung maka memperkirakan BOR di bawah 60 persen.

Namun karena menjadi rujukan dari berbagai daerah, maka BOR rumah sakit di Kota Bandung tinggi.

Dari 29 rumah sakit di Kota Bandung, sekira 50 persennya diisi pasien-pasien dari luar Kota Bandung.