SBM ITB Bersama University of Malaya dan Universitas Syah Kuala Lakukan Riset Tentang Faktor Penerimaan Vaksin COVID-19 di Indonesia

Tim Riset SBM ITB bersama University of Malaya dan Universitas Syah Kuala Lakukan Riset Bersama Tentang Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Vaksin COVID-19 di Indonesia

DESTINASI BANDUNG-Tim Riset SBM ITB bersama University of Malaya dan Universitas Syah Kuala Lakukan Riset Bersama Tentang Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Vaksin COVID-19 di Indonesia

Pemerintah didorong untuk lebih gencar mengkampanyekan manfaat vaksin Covid-19 agar semakin banyak orang bersedia divaksin.

Semakin banyak pengetahuan yang diperoleh seseorang tentang manfaat vaksin, semakin terdorong orang tersebut untuk divaksin.

Hal itu terungkap dari hasil riset dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama University of Malaya dan Universitas Syah Kuala dalam International Joint Research Grant SBM ITB. Riset tersebut dilakukan dengan memberikan pertanyaan secara daring kepada 311 responden.

Taufik Faturahman, dosen SBM ITB sebagai Ketua Tim Riset mengatakan, berdasarkan hasil riset, faktor manfaat yang didapat dari vaksin menjadi faktor penting dalam keputusan seseorang untuk divaksin.

Baca Juga :  Aice Gabungkan Kreasi Kuliner yang Segar dan Unik Dalam Es Krim Mochi

Oleh karena itu, pemerintah perlu semakin mengkampanyekan manfaat vaksin Covid-19. Manfaat paling besar dari vaksin yakni bisa terhindar dari Covid-19.

“Faktor manfaat vaksin bisa dimunculkan dalam kampanye pemerintah dengan menggunakan kata ‘berguna’, ‘membantu’, ‘memproteksi’ atau kata-kata lain yang mengindikasikan vaksin bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Taufik.